Rizkan Al Mubarrok: Diplomasi Bebas Aktif Prabowo Bukti Strategi Cerdas Indonesia di Tengah Geopolitik Global
SOROTAN PUBLIK – Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya sekaligus Ketua AWNI DPW Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok, menilai langkah diplomasi internasional yang dijalankan Pemerintah Indonesia saat ini menunjukkan strategi yang matang dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Menurut Rizkan, pendekatan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hubungan dengan berbagai negara mencerminkan implementasi nyata politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi prinsip diplomasi Indonesia.
“Pemerintah Indonesia sedang memainkan strategi diplomasi yang sangat cerdas. Di tengah konflik geopolitik global, Indonesia tidak terjebak dalam blok kekuatan tertentu, tetapi tetap menjaga hubungan baik dengan semua pihak demi kepentingan nasional,” ujar Rizkan dalam keterangannya, Selasa (8/7/2026).
Ia mencontohkan kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis, termasuk di sektor energi yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi nasional.
Di waktu yang hampir bersamaan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga memperkuat kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Menurut Rizkan, langkah tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa kehilangan independensi dalam menentukan arah kebijakan nasional.
“Ini adalah permainan diplomasi yang sangat tepat. Indonesia tetap berdaulat dalam menentukan sikap, tetapi sekaligus mampu membuka kerja sama dengan berbagai negara untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Rizkan menilai, upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang energi, pertahanan, perdagangan, dan investasi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Ia juga berpandangan bahwa langkah pemerintah dalam memperluas kemitraan internasional dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki pengaruh strategis di kawasan maupun di tingkat global.
Menurut Rizkan, diplomasi aktif yang dilakukan Presiden Prabowo tidak sekadar menjadi agenda kunjungan luar negeri, melainkan bagian dari strategi besar untuk menjaga kepentingan ekonomi, ketahanan energi, serta stabilitas keamanan nasional.
“Kalau masih ada yang mengatakan Presiden hanya jalan-jalan ke luar negeri, saya kira itu pandangan yang belum melihat secara utuh strategi geopolitik yang sedang dijalankan Indonesia saat ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah meningkatnya rivalitas antarnegara besar, Indonesia justru mampu mempertahankan posisinya sebagai negara yang independen, menjunjung politik luar negeri bebas aktif, serta tetap mengedepankan kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.
Rizkan berharap strategi diplomasi tersebut terus diperkuat agar Indonesia semakin dihormati di panggung internasional sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
