Di Tengah Candaan Petani Merauke, Mentan Amran Buka Suara soal Buzzer yang Serang Program Cetak Sawah

0
IMG-20260707-WA0023

MERAUKE – Suasana peninjauan program cetak sawah di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026), berlangsung hangat dan penuh keakraban. Di tengah dialog dengan para petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat melontarkan candaan mengenai serangan buzzer di media sosial terhadap program strategis pemerintah tersebut.

Momen itu bermula ketika salah seorang petani Merauke, Yohanis Yandi, menyampaikan harapan agar pemerintah kembali memperluas program cetak sawah di wilayahnya hingga mencapai 2.000 hektare.

Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Amran bertanya kepada para petani apakah ada pihak yang menolak program cetak sawah. Secara serempak, para petani yang hadir menjawab tidak ada. Mereka justru menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah dan berharap perluasan lahan segera direalisasikan.

Mendengar jawaban tersebut, Amran menyatakan akan memperjuangkan usulan para petani. Ia kemudian meminta izin berfoto bersama sebagai bentuk dokumentasi dukungan masyarakat terhadap program cetak sawah.

“Kalau nanti ada buzzer yang bilang program cetak sawah ini paksa, saya kasih lihat foto ini. Ini bukti, petani yang minta, bukan dipaksa,” ujar Amran yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan para petani serta tokoh adat yang hadir.

Candaan tersebut mencairkan suasana sekaligus menggambarkan tantangan komunikasi publik yang dihadapi berbagai program strategis pemerintah di era digital. Menurut Amran, informasi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap program pembangunan.

Program cetak sawah di Merauke merupakan salah satu bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan Indonesia. Kawasan Merauke dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional karena didukung oleh ketersediaan lahan yang luas.

Dukungan yang disampaikan para petani dalam dialog tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa program cetak sawah dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Aspirasi penambahan lahan hingga 2.000 hektare juga menunjukkan tingginya antusiasme petani terhadap keberlanjutan program tersebut.

Pemerintah berharap pembangunan sektor pertanian tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global.

Ke depan, pemerintah juga menilai penyampaian informasi yang akurat dan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program strategis nasional, sekaligus meminimalkan penyebaran disinformasi di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *