Sering Dikira Pengangguran karena Penampilan Sederhana, Pria Kulon Progo Ini Ternyata Kelola Puluhan Server Perusahaan Global

0
1787334389396

KULON PROGO — Penampilan sederhana dan keseharian yang terlihat santai terkadang membuat seseorang dinilai sebelah mata. Hal itu pernah dialami Nurohman, 33, pria asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berasal dari keluarga sederhana, Nurohman yang akrab disapa Nur sempat dipandang sebagai sosok yang tidak terlalu aktif. Penampilannya yang santai bahkan membuat sebagian orang mengira dirinya malas, tidak cekatan, atau tidak memiliki pekerjaan tetap.

Namun, anggapan tersebut ternyata jauh dari kenyataan.

Nur justru bekerja di bidang teknologi informasi dengan cakupan pekerjaan yang terhubung ke berbagai negara. Ia berprofesi sebagai infrastructure engineer pada sebuah perusahaan berbasis Internet of Things (IoT) yang berkantor pusat di Singapura.

Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai solusi teknologi, termasuk smart home, smart hotel, dan smart airport untuk klien di sejumlah negara.

Bekerja dari Indonesia, Kelola Puluhan Server

Salah satu hal yang menarik dari pekerjaan Nur adalah lokasi kerjanya.

Ia menjalankan pekerjaannya secara remote dari Indonesia. Dari tempat tinggalnya, Nur bertugas memastikan infrastruktur server perusahaan tetap berjalan dengan aman dan stabil.

Server yang menjadi tanggung jawabnya tersebar di berbagai data center, termasuk server yang disewa perusahaan di Singapura.

Jumlah server yang dipantau dan dikelolanya disebut mencapai sekitar 50 hingga 70 server.

Pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan teknis dan ketelitian karena infrastruktur server merupakan bagian penting dalam menjaga layanan digital tetap tersedia.

Ketika sistem mengalami gangguan, masalah keamanan, atau kendala teknis lainnya, infrastructure engineer memiliki peran untuk melakukan pemantauan, analisis, pemeliharaan, hingga penanganan masalah agar layanan dapat kembali berjalan dengan baik.

Karena pekerjaannya dilakukan dari jarak jauh, aktivitas Nur sehari-hari tidak selalu terlihat seperti pekerjaan kantoran pada umumnya.

Bagi orang yang hanya melihat penampilannya atau rutinitasnya dari luar, mungkin sulit membayangkan bahwa ia sedang menangani infrastruktur teknologi yang digunakan perusahaan dengan jangkauan internasional.

Penampilan Bukan Ukuran Kemampuan

Kisah Nurohman menjadi gambaran bahwa penampilan, gaya hidup, maupun kondisi ekonomi seseorang tidak dapat dijadikan ukuran untuk menilai kemampuan dan pekerjaannya.

Perkembangan teknologi juga membuat batas antara tempat tinggal dan tempat kerja semakin tidak berarti bagi sebagian profesi. Dengan koneksi internet dan keahlian yang memadai, seseorang dapat bekerja untuk perusahaan di negara lain tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.

Dari Kulon Progo, Nur menunjukkan bahwa kesempatan di industri teknologi tidak selalu harus dicari dengan pindah ke kota besar atau bahkan ke luar negeri.

Keahlian yang dibangun melalui pengalaman dan kerja keras dapat membuka peluang untuk bekerja dalam lingkungan profesional berskala global.

Kisah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tidak semua pekerjaan terlihat dari aktivitas fisik seseorang sehari-hari.

Ada pekerjaan yang berlangsung di balik layar, mengandalkan komputer, jaringan, server, dan keahlian teknis yang mungkin tidak dipahami oleh orang di sekitarnya.

Pada akhirnya, seseorang tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan penampilan atau dari seberapa sering ia terlihat berada di kantor.

Bisa jadi, seseorang yang tampak sederhana dan bekerja dari rumah justru sedang mengelola sistem teknologi yang digunakan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *