Prabowo di Forum BRICS Tegaskan Semangat “Bersatu Kita Teguh” dan Dorong PBB Kembali Efektif
Sorotan Publik — Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan kesempatan berbicara dalam Forum BRICS untuk menegaskan pentingnya persatuan antarnegara serta kerja sama internasional dalam menjaga perdamaian dan membangun tatanan dunia yang lebih seimbang.
Setelah menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat terhadap Indonesia sebagai anggota penuh BRICS kepada India sebagai tuan rumah dan negara-negara pendiri BRICS, Prabowo memperkenalkan salah satu pepatah yang sangat dikenal di Indonesia, yakni “bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh”.
Pepatah tersebut menjadi pesan kuat mengenai pentingnya solidaritas di antara negara-negara anggota BRICS. Bagi Indonesia, keanggotaan dalam BRICS tidak semata-mata dipandang sebagai posisi dalam organisasi internasional, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kerja sama dan saling mendukung di tengah dinamika geopolitik dunia.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga mengingatkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung. Semangat kerja sama negara-negara berkembang dan prinsip penghormatan terhadap kemerdekaan serta kedaulatan negara dinilai tetap relevan dengan dinamika hubungan internasional saat ini.
Setiap negara yang merdeka pada dasarnya memiliki kepentingan untuk mempertahankan kedaulatan dan menentukan arah kebijakannya sendiri. Karena itu, kerja sama internasional diharapkan tidak berkembang menjadi dominasi satu atau dua kekuatan terhadap negara-negara lainnya.
Prabowo juga memandang BRICS sebagai organisasi internasional dengan pengaruh yang semakin besar karena mencakup negara-negara dengan jumlah penduduk yang sangat signifikan. Dengan cakupan tersebut, keberhasilan BRICS dalam membangun kerja sama ekonomi, pembangunan, dan perdamaian berpotensi memberikan dampak luas bagi masyarakat dunia.
Namun, penguatan BRICS menurut Prabowo tidak harus berarti melemahkan organisasi internasional yang sudah ada. Sebaliknya, ia mendorong agar organisasi dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat kembali menjalankan perannya secara lebih efektif.
PBB dinilai tetap memiliki posisi penting karena keanggotaannya mencakup hampir seluruh negara di dunia dan menjadi salah satu forum utama dalam membahas persoalan global.
Jika efektivitas PBB dapat diperkuat, berbagai persoalan internasional, termasuk konflik dan ancaman terhadap perdamaian dunia, diharapkan dapat ditangani melalui mekanisme multilateral yang lebih representatif.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia ingin memainkan peran aktif dalam percaturan internasional dengan tetap mengedepankan prinsip kerja sama, kedaulatan negara dan perdamaian dunia.
Bagi Indonesia, BRICS dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkuat posisi dan kerja sama dengan negara-negara lain, sementara PBB tetap memiliki peran penting sebagai forum global yang melibatkan komunitas internasional secara lebih luas.
Dengan semangat “bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh”, Prabowo menegaskan pentingnya membangun dunia yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga perdamaian dan menghormati kedaulatan setiap negara.
(ERIZAL)
