Pertemuan di Tehran, Perwakilan Rahbar Iran Dorong Persatuan Sunni-Syiah dan Penguatan Hubungan Indonesia-Iran

0
1789334046632

Sorotan Publik — Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Iran mendapat kesempatan bertemu dengan Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Hasan Rabbani, perwakilan Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Iran di bidang Kementerian Jihad dan Pertanian, di Tehran, Iran, pada 6 September 2026.

Pertemuan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi pemerintah Iran kepada IPI Iran dan PCIM Iran setelah keduanya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dua hari sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut, IPI Iran dan PCIM Iran membuka tenda pelayanan untuk membagikan makanan dan minuman khas Indonesia secara gratis kepada masyarakat Iran. Kegiatan itu menjadi bagian dari ekspresi kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.

Sayyid Hasan Rabbani menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat muslim Indonesia atas kecintaan serta penghormatan mereka kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, hubungan budaya dan keagamaan antara masyarakat Iran dan Indonesia merupakan modal penting dalam memperkuat hubungan kedua negara. Potensi tersebut, kata dia, dapat terus dikembangkan untuk memperdalam kerja sama dan membangun hubungan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi kedua bangsa.

Perwakilan Wali Faqih di Kementerian Jihad dan Pertanian Iran itu juga menilai Indonesia memiliki posisi penting di dunia Islam. Menurutnya, terdapat banyak kesamaan antara masyarakat Iran dan Indonesia, khususnya dalam bidang keagamaan, budaya, dan sosial.

Kesamaan tersebut dinilai dapat menjadi landasan bagi pengembangan sekaligus pendalaman hubungan Indonesia dan Iran.

Dalam pertemuan itu, Rabbani juga menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas di antara negara-negara Islam. Ia menilai dunia Islam menghadapi berbagai tantangan bersama dan menyebut Amerika Serikat serta Israel sebagai faktor yang menurut pandangannya berkontribusi terhadap ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan.

Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, geografis, maupun mazhab tidak seharusnya menghilangkan berbagai persamaan yang dimiliki umat Islam.

Menurutnya, berbagai kesamaan tersebut justru dapat menjadi dasar untuk membangun persatuan dan kerja sama yang lebih kuat di antara masyarakat serta negara-negara Islam.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan umat Islam, termasuk mendorong dialog dan persatuan antara Sunni dan Syiah.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan IPI Iran dan PCIM Iran dengan perwakilan Rahbar Iran. Dalam konteks Indonesia yang memiliki jumlah penduduk Muslim sangat besar dan keberagaman tradisi keislaman, semangat persatuan dinilai memiliki arti penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.

Pertemuan di Tehran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Iran tidak hanya dapat dibangun melalui jalur diplomasi dan kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan masyarakat, pendidikan, kebudayaan dan kegiatan keagamaan.

Peringatan Maulid Nabi yang mempertemukan budaya Indonesia dengan masyarakat Iran menjadi contoh bahwa ruang keagamaan dan kebudayaan dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Dari momentum tersebut, pesan yang mengemuka adalah pentingnya menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai energi untuk memperkuat persaudaraan, menghargai perbedaan serta membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *