Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis Senilai Rp9,79 Triliun, Target Produksi Hingga 1 Juta Ton Beras per Tahun

0
IMG-20260711-WA0020

LOMBOK BARAT – Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan strategis nasional yang tersebar di empat provinsi pada Jumat (10/7/2026). Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Presiden bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Kepresidenan pada pukul 10.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB. Kehadiran Kepala Negara disambut antusias masyarakat yang telah memadati kawasan Bendungan Meninting.

Lima Bendungan Strategis Bernilai Rp9,79 Triliun

Lima bendungan yang diresmikan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni:

  • Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
  • Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Aceh.
  • Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
  • Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
  • Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali.

Total investasi pembangunan kelima bendungan tersebut mencapai sekitar Rp9,79 triliun.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan pembangunan bendungan merupakan simbol kesinambungan pembangunan nasional yang dilakukan lintas pemerintahan.

“Ini simbol kerja keras, simbol persatuan. Pemerintah yang memulai pembangunan belum tentu pemerintah yang meresmikan. Inilah pembangunan bangsa,” ujar Presiden.

Perkuat Ketahanan Air dan Pangan

Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik, luas genangan 46,16 hektare, dengan tinggi bendungan mencapai 74 meter.

Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman di wilayah NTB dari 280 persen menjadi 300 persen, sekaligus meningkatkan produksi pertanian hingga ratusan ribu ton gabah setiap musim tanam.

Selain sebagai sumber irigasi, bendungan tersebut juga diproyeksikan membantu mengurangi dampak kekeringan akibat fenomena El Niño maupun Indian Ocean Dipole.

Sementara itu, Bendungan Keureuto memiliki kapasitas tampung sekitar 215,94 juta meter kubik dan dirancang untuk mendukung irigasi sekitar 9.420 hektare lahan pertanian sekaligus mengendalikan banjir.

Bendungan Rukoh akan mendukung sistem irigasi serta penyediaan air bagi sektor pertanian dan pembangkit listrik.

Di Jawa Tengah, Bendungan Jlantah berkapasitas 10,97 juta meter kubik akan meningkatkan indeks pertanaman dari 172 persen menjadi 272 persen pada lahan pertanian seluas sekitar 1.494 hektare.

Sedangkan Bendungan Sidan di Bali memiliki kapasitas tampung sekitar 5,76 juta meter kubik untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat serta mendukung pembangkit listrik mikrohidro.

Target Produksi Hingga 1 Juta Ton Beras

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan, kelima bendungan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 280 kilometer yang mampu melayani kurang lebih 40 ribu hektare lahan pertanian.

Dengan dukungan sistem irigasi modern, benih unggul, dan peningkatan produktivitas pertanian, kawasan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 720 ribu ton padi per tahun, bahkan berpotensi mencapai 1 juta ton beras.

Selain itu, total kapasitas tampung kelima bendungan mencapai sekitar 371 juta meter kubik air, mampu menyuplai air baku sekitar 3,6 meter kubik per detik, serta membantu melindungi ratusan hektare kawasan dari ancaman banjir.

Infrastruktur untuk Masa Depan Indonesia

Dalam kesempatan itu Presiden juga menyinggung potensi penghematan devisa dari implementasi program biodiesel B50, yang menurutnya dapat menghemat sekitar Rp170 triliun setiap tahun.

Dana tersebut, kata Presiden, dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis nasional, termasuk bendungan baru di berbagai daerah.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengingatkan seluruh instansi terkait agar menjaga dan mengelola bendungan secara profesional sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani.

“Pastikan air yang dibutuhkan petani benar-benar sampai kepada petani. Tanpa pangan tidak ada negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Presiden.

Peresmian lima bendungan tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Keberadaan bendungan-bendungan strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketersediaan air, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *