Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khürelsükh Angkat Beban di Depan Prajurit, 20 Repetisi Jadi Sorotan

0
1789292009014-1

MONGOLIA — Kunjungan Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khürelsükh ke sebuah unit militer menjadi perhatian setelah orang nomor satu di Mongolia itu melakukan aksi yang tidak biasa di hadapan para prajurit.

Dalam rekaman yang beredar, Khürelsükh terlihat melepas jaket sebelum menghampiri bangku angkat beban. Ia kemudian melakukan bench press dengan tetap mengenakan kemeja dan dasi.

Presiden yang kini berusia 58 tahun tersebut disebut mampu menyelesaikan sekitar 20 repetisi secara berturut-turut. Aksi itu dilakukan di hadapan para personel militer yang berada di lokasi.

Sejumlah laporan menyebut beban yang digunakan dalam latihan tersebut mencapai sekitar 100 kilogram. Namun, terdapat pula laporan yang mencantumkan angka berbeda. Karena itu, angka pasti berat beban yang diangkat Khürelsükh belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman yang beredar.

Aksi tersebut kemudian menarik perhatian publik karena berbeda dari agenda kunjungan kepala negara ke fasilitas militer yang umumnya diisi dengan kegiatan inspeksi, pertemuan, atau penyampaian arahan.

Video Khürelsükh melakukan bench press pun beredar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan karena memperlihatkan seorang kepala negara secara langsung melakukan latihan fisik di hadapan prajurit.

Khürelsükh menjabat sebagai Presiden Mongolia sejak 2021. Sebelum menjadi presiden, ia juga memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan politik Mongolia, serta dikenal memiliki latar belakang yang berkaitan dengan lingkungan militer.

Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan gaya Khürelsükh ketika berada di tengah personel militer. Meski demikian, klaim mengenai jumlah repetisi dan berat beban tetap perlu dibedakan antara informasi yang disebut dalam laporan dengan fakta yang telah dikonfirmasi secara resmi.

Bagi publik, momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menarik dari kunjungan sang presiden karena memperlihatkan sisi berbeda seorang kepala negara ketika berinteraksi dengan para prajurit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *