Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Dalam Kapal dan Operasi SAR Terus Berlangsung

0
1789292261162

BANJARMASIN — Tragedi maritim terjadi di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026), setelah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan mengalami keadaan darurat dan kemudian terbalik.

Kapal tersebut membawa total 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal. Sebelum komunikasi terputus, nakhoda dilaporkan sempat menyampaikan bahwa kapal menghadapi cuaca buruk dan berada dalam kondisi miring akibat gelombang di tengah pelayaran.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan mengenai hilang kontaknya Virgo Transport 8 pada Minggu dini hari. Informasi tersebut disampaikan oleh General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kapal kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi kondisi cuaca buruk. Kapal sebelumnya berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) dan dijadwalkan menuju Banjarmasin.

Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi para penumpang. Kapal KN SAR Laksmana 241 menjadi salah satu unsur utama yang diberangkatkan menuju lokasi terakhir kapal. Operasi pencarian juga mendapat dukungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian serta helikopter untuk melakukan penyisiran dari udara.

Dalam perkembangan operasi hingga sekitar pukul 12.00 WITA, 103 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Evakuasi dilakukan dengan bantuan kapal TB Mauhaw IX, TB TCP, dan MV Haida.

Rinciannya, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, terdiri dari 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. TB TCP mengevakuasi 38 orang dalam kondisi selamat, sedangkan MV Haida mengevakuasi 49 orang. Dengan demikian, total yang telah dievakuasi dalam pembaruan tersebut mencapai 103 orang.

Dengan total 243 orang berada di kapal, operasi pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan mengerahkan unsur laut dan udara untuk menyisir wilayah sekitar posisi terakhir kapal.

Lokasi terakhir yang dilaporkan berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Koordinat terakhir yang diterima petugas tercatat pada 4°31’51,82″S dan 114°2’6,88″E.

Cuaca buruk menjadi salah satu faktor yang dilaporkan terjadi sebelum kapal kehilangan kontak. Namun, penyebab pasti kapal hingga mengalami kecelakaan masih menjadi bagian dari penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Basarnas bersama unsur SAR gabungan masih memprioritaskan penyelamatan dan pencarian korban yang belum ditemukan. Operasi dilakukan melalui penyisiran laut dan udara dengan harapan seluruh penumpang yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Perkembangan jumlah korban dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi. Karena itu, data terbaru dari Basarnas dan otoritas terkait menjadi rujukan utama dalam memastikan jumlah korban selamat, meninggal dunia, maupun yang masih dalam pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *