Polri dan AFP Perkuat Kerja Sama Hadapi Kejahatan Lintas Negara, Sasar Terorisme hingga Kejahatan Siber
BALI — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Australian Federal Police (AFP) memperkuat komitmen kerja sama dalam menghadapi kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut dibahas dalam The 14th Senior Officers Meeting (SOM) yang digelar di Bali, Senin (21/9).
Forum tahunan tersebut menjadi momentum bagi Polri dan AFP untuk memperkuat koordinasi serta membahas berbagai tantangan keamanan yang membutuhkan penanganan lintas negara.
Dalam pertemuan itu, kedua institusi membahas sembilan prioritas kerja sama. Agenda tersebut mencakup penanggulangan terorisme, penyelundupan dan eksploitasi manusia, kejahatan terorganisasi, kejahatan siber, hingga upaya pengejaran buronan.
Penguatan pertukaran informasi menjadi salah satu aspek penting yang dibahas. Polri dan AFP juga mendorong peningkatan investigasi bersama, penegakan hukum lintas yurisdiksi, serta pengembangan kapasitas personel.
Kerja sama dalam penanganan penyelundupan manusia dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum turut menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Salah satu bentuk pengembangan kapasitas penegak hukum dilakukan melalui Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Sejak 2004, JCLEC tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 53.091 personel dari berbagai negara.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan bahwa keamanan Indonesia dan Australia memiliki keterkaitan yang erat.
Menurutnya, perkembangan kejahatan lintas negara membutuhkan kerja sama yang semakin kuat antarlembaga penegak hukum, termasuk melalui pertukaran informasi dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Penguatan kemitraan Polri dan AFP diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan yang melintasi batas yurisdiksi kedua negara.
Kerja sama tersebut juga diharapkan semakin memperkuat perlindungan masyarakat serta mendukung keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Dengan tantangan kejahatan yang semakin berkembang, sinergi antara Indonesia dan Australia menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penegakan hukum dan membangun respons bersama terhadap ancaman keamanan lintas negara.
