KEK Industropolis Batang Didorong Jadi Eco Industrial Park, Seimbangkan Investasi dan Dekarbonisasi

0
IMG-20260809-WA0039(1)

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, didorong untuk terus mengembangkan konsep Eco Industrial Park (EIP) sebagai strategi menggabungkan pertumbuhan investasi dengan agenda dekarbonisasi. Konsep tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing kawasan industri Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan investasi berkelanjutan dan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Dorongan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan Diskusi Terpumpun, Stakeholder Engagement, dan Field Visit bertajuk Diplomasi Dekarbonisasi yang Berdaya Ungkit: Merumuskan Strategi Kemitraan Transformatif di KEK Industropolis Batang yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026.

Pengembangan EIP dipandang relevan dengan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, peningkatan aktivitas industri perlu diikuti strategi pengendalian emisi dan pengelolaan lingkungan agar pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan aspek keberlanjutan.

KEK Batang Perkuat Ekosistem Industri Hijau

Konsep Eco Industrial Park menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pengembangan kawasan industri. Dengan pendekatan tersebut, aktivitas industri tidak hanya diarahkan untuk menciptakan investasi dan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan efisiensi sumber daya serta mengurangi dampak lingkungan.

KEK Industropolis Batang juga diarahkan untuk mendukung kerja sama Two Countries Twin Park (TCTP) antara Indonesia dan China. Kawasan tersebut disebut telah mencatatkan total investasi sekitar Rp23 triliun, dengan luas lahan tersewa mencapai 442,2 hektare dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 26.871 orang.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Takdir, menilai Indonesia perlu bergerak cepat dalam mengadopsi prinsip ESG dan memperkuat kawasan industri hijau agar tetap kompetitif dalam menarik investasi global.

Menurutnya, transformasi menuju energi terbarukan dan pengembangan Eco Industrial Park menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan arah investasi dunia yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Panel Surya hingga Pengelolaan Limbah Jadi Bagian Transformasi

Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengatakan pengembangan industri hijau di kawasan tersebut dilakukan dengan membangun ekosistem yang mengintegrasikan aspek lingkungan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan.

Sejumlah inisiatif telah dikembangkan, antara lain penyusunan estate regulation yang memasukkan prinsip keberlanjutan, pengembangan dry port untuk meningkatkan efisiensi logistik, pemanfaatan panel surya dan energi terbarukan, serta penguatan sistem pengelolaan sampah dan limbah kawasan.

Pengembangan inisiatif blue carbon juga menjadi bagian dari upaya memperluas pendekatan keberlanjutan di kawasan industri tersebut.

KEK Industropolis Batang sebelumnya juga telah memperoleh sertifikat Greenship Kawasan Platinum. Selain itu, kawasan tersebut menerapkan sistem seleksi investor berbasis teknologi melalui platform SHIELD untuk memastikan calon mitra investasi memiliki kesesuaian dengan arah pengembangan ekonomi hijau.

Atas berbagai upaya tersebut, KEK Industropolis Batang memperoleh Predikat Anugerah Adi Hijau dalam ajang Jateng Green Industry Summit 2026.

EIP Batang Diharapkan Jadi Model Industri Berkelanjutan

Pengembangan KEK Industropolis Batang menjadi Eco Industrial Park membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, lembaga pembiayaan hingga masyarakat.

Dukungan regulasi, pembiayaan, infrastruktur dan kelembagaan dinilai menjadi faktor penting agar transformasi kawasan industri hijau dapat berjalan secara konsisten.

Jika pengembangan tersebut berhasil, KEK Industropolis Batang berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu model kawasan industri berkelanjutan di Indonesia sekaligus mendukung kerja sama twin park dengan Shenzhen.

Pada akhirnya, keberhasilan konsep Eco Industrial Park tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuan kawasan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan efisiensi industri, menekan emisi, menjaga lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan sinergi antara pemerintah, investor, akademisi, dan masyarakat, KEK Industropolis Batang diharapkan mampu menjadi contoh bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan menuju pembangunan industri Indonesia yang kompetitif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *