BRIN Presentasikan Arsinum, Teknologi Pemurnian Air Ubah Air Banjir Jadi Air Minum di Depan Presiden
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempresentasikan Arsinum, teknologi pemurnian air yang dikembangkan untuk mengolah berbagai sumber air menjadi air layak konsumsi. Inovasi tersebut diperkenalkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam demonstrasi teknologi di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026).
Dalam demonstrasi tersebut, Presiden Prabowo turut mencoba air hasil pemurnian Arsinum. Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Kehadiran Arsinum menjadi salah satu contoh pemanfaatan hasil riset dalam menjawab persoalan nyata masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih ketika terjadi bencana, kekeringan, maupun kondisi darurat.
Arsinum Dirancang untuk Kondisi Darurat
Arsinum merupakan teknologi pemurnian air yang dirancang untuk mengolah sumber air yang kualitasnya belum memenuhi syarat konsumsi. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menangani berbagai kondisi sumber air, termasuk air banjir, air limbah tertentu, dan air payau.
Kemampuan tersebut membuat Arsinum berpotensi digunakan dalam situasi darurat ketika akses terhadap jaringan air bersih konvensional mengalami gangguan. Teknologi pemurnian air bergerak juga dapat membantu masyarakat di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan infrastruktur penyediaan air bersih.
Dalam konteks kebencanaan, ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling mendesak. Infrastruktur distribusi air dapat mengalami kerusakan akibat banjir, gempa bumi, longsor maupun bencana lainnya. Kehadiran teknologi pemurnian air yang dapat dibawa dan dioperasikan di lokasi terdampak menjadi alternatif untuk mempercepat pemulihan layanan dasar.
Teknologi Air untuk Hadapi Krisis dan Perubahan Iklim
Pengembangan Arsinum juga memiliki relevansi dengan tantangan perubahan iklim yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan krisis air di sejumlah wilayah Indonesia.
Di satu sisi, banjir dapat menyebabkan sumber air tercemar dan tidak dapat langsung digunakan. Di sisi lain, kekeringan dapat menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Teknologi pemurnian air seperti Arsinum dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan ketahanan air nasional.
Pendekatan tersebut memungkinkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi untuk dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan sesuai standar keamanan dan kualitas air yang berlaku.
BRIN Perkuat Hilirisasi Riset untuk Kebutuhan Masyarakat
Selain Arsinum, BRIN juga memperkenalkan sejumlah inovasi strategis lainnya yang berkaitan dengan energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, dan pangan.
Pameran inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara penelitian, pengembangan teknologi, dan kebutuhan pembangunan nasional. Hasil riset tidak hanya diarahkan untuk kepentingan laboratorium, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BRIN terus mengembangkan dan menyempurnakan Arsinum untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, serta kemampuan penerapannya di berbagai kondisi.
Dengan pengembangan teknologi lokal yang berkelanjutan, Arsinum diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung ketahanan air Indonesia, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana alam maupun krisis air bersih.
Pemanfaatan inovasi tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, peneliti, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Penguatan riset serta hilirisasi teknologi menjadi langkah penting agar Indonesia semakin mampu menghasilkan solusi mandiri untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
