Kasal Bekali 138 Calon Perwira Remaja AAL Angkatan ke-72, Tekankan Penguasaan Teknologi dan Integritas
SURABAYA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memberikan pembekalan sekaligus menyerahkan ijazah kepada 138 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-72 di Kampus AAL Bumimoro, Surabaya, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian menjelang pelantikan para taruna sebagai Perwira Remaja TNI Angkatan Laut setelah menempuh pendidikan selama empat tahun di Akademi Angkatan Laut.
Dalam arahannya, Kasal menegaskan bahwa kelulusan dari AAL bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal pengabdian sebagai prajurit sekaligus pemimpin di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Menurutnya, tantangan pertahanan maritim ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika geopolitik kawasan, hingga meningkatnya ancaman keamanan di wilayah perairan Indonesia. Oleh sebab itu, setiap perwira muda dituntut memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
“Jadilah perwira yang terus belajar, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi,” pesan Kasal kepada para Capaja.
Lima Lulusan Terbaik Raih Penghargaan
Dalam kesempatan tersebut, Kasal juga menyerahkan penghargaan Adhi Prasta kepada lima lulusan terbaik dari masing-masing korps.
Predikat Adhimakayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut Angkatan ke-72 diraih M. Rizqi Wira Utama B.P. dari Korps Pelaut.
Sementara penghargaan lulusan terbaik korps lainnya diberikan kepada M. Vito Kenjiro (Korps Teknik), Nadya Nanda Jelita (Korps Elektronika), Afdol Zain Abdilah (Korps Suplai), dan Fikri Bima H. Useng (Korps Marinir).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, kepemimpinan, disiplin, serta dedikasi selama menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Laut.
Penguasaan Teknologi Jadi Kebutuhan Utama
Kasal menekankan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL menuntut setiap perwira memiliki kemampuan menguasai teknologi terkini.
Pengoperasian kapal perang modern, sistem persenjataan, radar, komunikasi digital, hingga berbagai perangkat berbasis teknologi tinggi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Karena itu, para perwira muda diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, serta penguasaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Integritas
Selain kemampuan profesional, Kasal juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam penggunaan media sosial.
Menurutnya, setiap prajurit TNI Angkatan Laut harus mampu menggunakan platform digital secara bertanggung jawab serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi maupun konten yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Integritas juga menjadi nilai utama yang harus dipegang teguh oleh setiap perwira dalam menjalankan tugas.
Kasal menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan nilai-nilai keprajuritan.
Siap Mengabdi Menjaga Kedaulatan Laut
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut, para Perwira Remaja akan ditempatkan di berbagai satuan operasional TNI AL, mulai dari kapal perang, pangkalan, hingga Korps Marinir.
Mereka diharapkan mampu menjadi generasi penerus TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Dengan bekal pendidikan, kepemimpinan, serta pembekalan dari pimpinan TNI AL, para lulusan AAL Angkatan ke-72 diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pertahanan negara sekaligus meneruskan semangat Jalesveva Jayamahe dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.
