Kapolda Jambi Buka Diktukba Bintara Polri 2026, 46 Peserta Didik Jalani Pendidikan Selama 5 Bulan
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Senin (20/7/2026).
Sebanyak 46 peserta didik resmi memulai pendidikan pembentukan bintara yang akan berlangsung selama lima bulan. Pendidikan tersebut menjadi tahap penting dalam mempersiapkan calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, humanis, serta mampu menjalankan tugas dengan semangat Presisi.
Upacara pembukaan tersebut menandai dimulainya perjalanan pendidikan bagi para peserta yang telah melalui rangkaian proses seleksi untuk menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Para peserta didik berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi dengan latar belakang yang beragam. Mereka kini dipersiapkan untuk mengemban tugas kepolisian dengan satu tujuan utama, yakni memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa pendidikan pembentukan bintara bukan hanya berkaitan dengan pembentukan kemampuan fisik dan keterampilan teknis kepolisian. Lebih dari itu, pendidikan tersebut merupakan proses pembentukan karakter, mental, dan jati diri sebagai anggota Polri.
Para peserta didik diminta mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi peserta didik dalam menjalankan profesi kepolisian. Seorang anggota Polri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus memiliki integritas, tanggung jawab, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selama lima bulan pendidikan, para peserta didik akan mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pengetahuan kepolisian, keterampilan teknis, pembinaan mental dan fisik, serta pembentukan kepribadian.
Proses pendidikan juga diarahkan untuk membentuk personel yang memiliki kemampuan profesional sekaligus moralitas dan integritas yang kuat. Pemahaman mengenai etika profesi, pelayanan publik, hak asasi manusia, serta tantangan tugas kepolisian menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon bintara Polri.
SPN Polda Jambi menjadi tempat para peserta didik menjalani proses pembentukan dan pembekalan sebelum nantinya memasuki dunia tugas kepolisian. Dengan dukungan tenaga pendidik dan instruktur, para peserta akan dibimbing untuk memahami berbagai aspek dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks juga menjadi perhatian dalam proses pendidikan. Perkembangan teknologi dan perubahan pola kejahatan menuntut personel Polri memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Berbagai bentuk kejahatan modern, termasuk kejahatan siber dan peredaran narkotika, membutuhkan personel yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan untuk merespons persoalan secara tepat dan profesional.
Karena itu, pendidikan pembentukan bintara diharapkan tidak hanya melahirkan personel yang memiliki kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, bertindak berdasarkan aturan, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kehadiran 46 peserta didik baru tersebut juga menjadi harapan bagi masyarakat Jambi. Setelah menyelesaikan pendidikan dan menjalankan tugas, mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara optimal.
Kapolda Jambi juga mengingatkan bahwa profesi kepolisian membutuhkan dedikasi, tanggung jawab, dan integritas. Anggota Polri dituntut mampu menjadi teladan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pembukaan Diktukba Polri Tahun Anggaran 2026 tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Jambi, unsur TNI, pemerintah daerah, serta keluarga peserta didik.
Kehadiran keluarga menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Dukungan dan doa orang tua serta keluarga diharapkan menjadi kekuatan bagi para peserta didik selama menjalani pendidikan hingga menyelesaikan seluruh tahapan yang telah ditetapkan.
Dengan dimulainya pendidikan selama lima bulan tersebut, 46 peserta didik Diktukba Polri Tahun Anggaran 2026 kini memasuki tahap pembentukan untuk menjadi anggota Polri.
Mereka diharapkan mampu menyelesaikan seluruh proses pendidikan dengan baik dan nantinya menjadi personel yang profesional, berintegritas, humanis, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di tengah perkembangan zaman.
Perjalanan pendidikan tersebut menjadi langkah awal sebelum mereka benar-benar mengemban amanah sebagai Bhayangkara. Bekal pengetahuan, keterampilan, karakter, dan integritas yang diperoleh selama pendidikan diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan tugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.
