Evakuasi ABK Tewas di Pelabuhan Tamperan Pacitan, TNI AL Bergerak Cepat Bersama Tim SAR Gabungan

0
IMG-20260718-WA0014

PACITAN – TNI Angkatan Laut melalui Pos Pembinaan Potensi Maritim (Posbinpotmar) Tamperan, Lanal Pacitan, bergerak cepat bersama Tim SAR Gabungan dalam mengevakuasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang terjatuh ke laut di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu.

Korban diketahui bernama Sulkifli (34), ABK KM Orvia-09. Berdasarkan informasi di lapangan, korban dilaporkan terjatuh ke laut pada Selasa malam saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Perikanan Tamperan. Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena korban diketahui tidak dapat berenang dan kondisi perairan saat itu cukup gelap.

Setelah menerima laporan kejadian, personel Posbinpotmar Tamperan di bawah jajaran Lanal Pacitan yang dipimpin Danlanal Pacitan Mayor Laut (S) Sah Batuah segera menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait.

Tim SAR Gabungan kemudian dibentuk dengan melibatkan BPBD Pacitan, Polairud, UPT Pelabuhan Perikanan Tamperan, Babinsa, aparat pemerintah daerah, serta masyarakat nelayan. Seluruh unsur melakukan koordinasi dan menyusun strategi pencarian guna mempercepat proses evakuasi.

Sebelum operasi dimulai, seluruh personel mengikuti apel kesiapan untuk memastikan prosedur keselamatan dan pembagian tugas berjalan dengan baik. Tim kemudian melakukan penyisiran di sekitar dermaga menggunakan metode pencarian yang disesuaikan dengan kondisi perairan.

Korban akhirnya ditemukan di bawah dermaga pada kedalaman sekitar tujuh meter dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Keberhasilan proses evakuasi tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI Angkatan Laut, BPBD, Polairud, pengelola pelabuhan, serta masyarakat nelayan yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Pelabuhan Perikanan Tamperan merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan di Kabupaten Pacitan dengan lalu lintas kapal yang cukup padat. Oleh karena itu, aspek keselamatan kerja bagi seluruh awak kapal maupun pengguna fasilitas pelabuhan menjadi perhatian penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di wilayah pesisir.

TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta respons cepat dalam setiap operasi kemanusiaan di wilayah maritim. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh prajurit senantiasa hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan bantuan kepada masyarakat.

Masyarakat, khususnya para nelayan dan awak kapal, diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, termasuk menggunakan alat pelindung diri serta mematuhi prosedur keselamatan pelayaran guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *