Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Disorot Mahasiswa Medan, Menteri HAM Diminta Turun ke Papua
MEDAN — Penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa di Medan. Peristiwa tersebut dinilai tidak semestinya dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri, mengingat persoalan kekerasan dan jatuhnya korban jiwa di Papua telah berulang.
Sorotan itu disampaikan Nanda, mahasiswa di Medan, yang meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan keamanan sekaligus perlindungan hak asasi manusia di Papua.
Menurut Nanda, setiap kasus kekerasan yang menimbulkan korban jiwa harus mendapatkan perhatian dan penanganan serius dari negara. Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi setelah jatuhnya korban.
Nanda secara khusus meminta Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai hadir langsung di Papua untuk melihat kondisi masyarakat serta mendengarkan keresahan warga.
Menurutnya, kehadiran Menteri HAM di lapangan penting untuk memastikan persoalan perlindungan hak hidup, keamanan, dan keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas pemerintah.
“Ini bukan pertama kalinya masyarakat Papua harus berhadapan dengan kekerasan. Jangan sampai kita kembali hanya berbicara setelah ada korban. Kami meminta Menteri HAM hadir langsung di tanah kelahirannya, melihat kondisi masyarakat dan memastikan negara benar-benar hadir,” tegas Nanda.
Ia menilai pendekatan terhadap persoalan Papua tidak cukup hanya mengandalkan pernyataan dari pusat. Kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat dinilai dapat membuka ruang dialog dan membantu memahami kondisi yang dihadapi warga.
Sorotan mahasiswa tersebut juga menempatkan aspek perlindungan warga sipil sebagai perhatian utama. Pemerintah diminta memastikan setiap warga negara memperoleh jaminan keamanan dan perlindungan hukum tanpa memandang wilayah maupun latar belakangnya.
Di tengah situasi Papua yang kompleks, penanganan setiap kasus kekerasan membutuhkan proses hukum yang transparan serta pengungkapan fakta secara menyeluruh. Hal tersebut penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran hukum.
Nanda juga berharap pemerintah tidak menunggu hingga kembali terjadi korban untuk mengambil langkah lebih jauh. Menurutnya, upaya pencegahan, dialog, perlindungan masyarakat, serta penegakan hukum harus berjalan secara bersamaan.
Desakan tersebut menjadi bagian dari perhatian publik terhadap kondisi keamanan dan hak asasi manusia di Papua. Pemerintah diharapkan mampu memastikan kehadiran negara tidak hanya terlihat melalui aparat dan kebijakan, tetapi juga melalui perlindungan nyata terhadap keselamatan masyarakat.
Pada akhirnya, penanganan kasus penembakan di Jayawijaya diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta hukum. Pengungkapan kasus secara menyeluruh menjadi penting untuk memberikan keadilan bagi korban sekaligus mencegah terulangnya kekerasan serupa.
