Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 5.000 Detonator Aktif di Perbatasan Nunukan
NUNUKAN – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonkav 8/Narasinga Wiratama (NSW)/2 Kostrad menggagalkan dugaan upaya penyelundupan 5.000 butir cartridge detonator aktif jenis low explosive di Pos Pengendalian Penduduk Gabungan Bersama (Dalduk Gabma) Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (18/9/2026).
Ribuan detonator tersebut ditemukan setelah petugas menghentikan sebuah kendaraan berwarna hitam yang melintas di kawasan perbatasan. Barang yang ditemukan diduga akan digunakan sebagai detonator untuk bom ikan.
Pengungkapan bermula sekitar pukul 00.15 WITA ketika personel gabungan Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad bersama prajurit Tentara Darat Malaysia (26 RAMD TDM) melaksanakan penjagaan di Pos Dalduk Gabma Simanggaris.
Petugas kemudian menghentikan sebuah mobil untuk dilakukan pemeriksaan. Saat pemeriksaan pada bagian bagasi kendaraan, personel menemukan 10 paket kardus yang masing-masing terbungkus kertas berwarna cokelat.
Ketika paket tersebut hendak dipindahkan ke dalam pos untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, pengemudi kendaraan tiba-tiba menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi dan melarikan diri menuju arah Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoy.
Dan SSK 2 Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Kapten Kav Herman Triforsa, menjelaskan bahwa personel di lapangan tidak dapat melakukan pencegatan maupun pengejaran secara optimal karena kondisi cuaca saat kejadian berupa hujan lebat yang disertai petir.
Kondisi tersebut juga menyebabkan jaringan komunikasi mengalami gangguan sehingga koordinasi untuk melakukan pengejaran terhadap kendaraan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Setelah kendaraan meninggalkan lokasi, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap paket-paket yang ditinggalkan. Dari 10 kardus tersebut ditemukan sebanyak 5.000 butir cartridge detonator jenis low explosive.
Barang tersebut diduga akan digunakan sebagai detonator untuk kegiatan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau yang dikenal sebagai bom ikan.
Temuan tersebut selanjutnya diamankan oleh personel Satgas Pamtas untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur. Sementara itu, pengemudi kendaraan yang melarikan diri masih menjadi bagian dari penelusuran aparat terkait.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Letkol Kav Dian Kriswijaya, S.I.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang tetap melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan secara maksimal meskipun menghadapi kondisi medan dan cuaca yang tidak mudah.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan dan pengamanan kawasan perbatasan RI-Malaysia, khususnya dalam mencegah masuk maupun keluarnya barang-barang yang berpotensi membahayakan keamanan serta melanggar ketentuan hukum.
Satgas Pamtas juga terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi bersama unsur terkait untuk menjaga keamanan kawasan perbatasan dan mencegah berbagai bentuk penyelundupan.
