Warga Desa Tanjung Pauh Tuntut Perbaikan Jalan, Angkutan Batubara Dinilai Ancam Keselamatan
MUARO JAMBI – Warga Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, kembali menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas angkutan batubara.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang, bergelombang, dan diselimuti debu tebal dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Ruas tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk bekerja, berusaha, serta mengantar anak-anak ke sekolah.
Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Kepala Desa Tanjung Pauh, Iskandar, menyampaikan bahwa berbagai aspirasi telah disampaikan kepada pemerintah terkait, namun hingga kini warga masih menunggu realisasi perbaikan yang menyeluruh.
Menurut warga, aktivitas truk angkutan batubara dengan intensitas tinggi menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan. Selain menyebabkan badan jalan cepat rusak, debu yang ditimbulkan juga dikeluhkan mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.
Sejumlah warga juga mengaku khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.
Masyarakat berharap pemerintah bersama perusahaan yang memanfaatkan jalur tersebut dapat segera menghadirkan solusi konkret, baik melalui perbaikan infrastruktur secara menyeluruh maupun percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara agar kendaraan bertonase besar tidak lagi melintasi jalan umum.
Selain itu, warga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan angkutan batubara, termasuk penegakan aturan mengenai batas muatan kendaraan agar kerusakan jalan tidak terus berulang.
Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat di sejumlah wilayah lain yang dilalui angkutan batubara di Provinsi Jambi. Mereka berharap pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.
Warga menegaskan bahwa yang mereka harapkan bukan sekadar perbaikan sementara, melainkan langkah nyata agar jalan umum kembali aman, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat tanpa harus terus terdampak aktivitas angkutan batubara.
