Wamenhan Donny Ermawan dan Menteri Pertahanan Prancis Tinjau PT PAL, Perkuat Kerja Sama Kapal Selam Scorpène
SURABAYA – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto bersama Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis H.E. Catherine Vautrin mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya, Kamis (24/9).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia serta industri pertahanan.
Rangkaian kunjungan diawali di Akademi Angkatan Laut (AAL). Delegasi meninjau secara langsung proses pendidikan dan pembinaan taruna, termasuk pembelajaran bahasa Prancis.
Penguatan kemampuan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kerja sama pertahanan jangka panjang antara kedua negara. Pendidikan dan peningkatan kompetensi personel dinilai menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama teknologi dan industri pertahanan.
Setelah mengunjungi AAL, Wamenhan Donny Ermawan dan Catherine Vautrin melanjutkan kunjungan ke PT PAL Indonesia.
Di perusahaan galangan kapal nasional tersebut, kedua pihak meninjau pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved yang dikerjakan di Indonesia.
Program kapal selam tersebut menjadi salah satu bagian dari kemitraan strategis Indonesia–Prancis dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim sekaligus mengembangkan kapasitas industri pertahanan nasional.
Kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup penguatan kemampuan industri melalui alih teknologi, transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan kapabilitas nasional.
Melalui proses tersebut, Indonesia diharapkan semakin mampu membangun dan menguasai teknologi pertahanan secara mandiri, khususnya pada sektor strategis yang membutuhkan kemampuan industri dan sumber daya manusia berteknologi tinggi.
Kunjungan ke PT PAL juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara kerja sama internasional dan penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Kemitraan Indonesia dan Prancis di bidang pertahanan menjadi bagian dari investasi strategis untuk memperkuat kapasitas nasional, meningkatkan penguasaan teknologi pertahanan, serta mendorong pengembangan kemampuan industri pertahanan Indonesia dalam menghadapi kebutuhan pertahanan masa depan.
Kerja sama tersebut pada akhirnya diarahkan tidak hanya untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem industri pertahanan nasional yang semakin memiliki kemampuan teknologi, sumber daya manusia, dan kapasitas produksi.
Dengan penguatan kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, dan industri pertahanan, hubungan Indonesia–Prancis diharapkan terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas pertahanan dan kemandirian industri nasional.
