Tim Pencarian Masih Sisir Puing Sepekan Pasca Gempa Kolombia, Bantuan Terus Mengalir
Tim pencarian dan penyelamatan di Kolombia masih menyisir puing-puing bangunan pada Minggu (16/8), hampir sepekan setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara tersebut. Gempa yang terjadi pada 10 Agustus itu menyebabkan kerusakan luas di sejumlah kota, termasuk Cali dan Pereira.
Menurut perkiraan resmi terbaru, sekitar 290 orang meninggal dunia, lebih dari 140 orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 4.000 lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari dua pertiga korban jiwa tercatat berada di Cali dan Pereira, dua kota yang mengalami kerusakan serius pada rumah, apartemen, sekolah, gereja, dan fasilitas kesehatan.
Di Cali, tim penyelamat masih bekerja di antara reruntuhan beton dan besi yang tidak stabil. Namun, seiring berjalannya waktu, operasi di sejumlah lokasi mulai bergeser dari pencarian korban selamat menuju proses pencarian dan pemulihan jenazah. Kondisi bangunan yang rawan runtuh serta gempa susulan membuat pekerjaan para penyelamat semakin berisiko.
Gempa juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sejumlah masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat penampungan atau bertahan di ruang terbuka karena khawatir kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan.
Di tengah operasi pencarian, bantuan kemanusiaan terus berdatangan. Masyarakat Kolombia turut mengorganisasi pengumpulan makanan, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk dikirimkan ke wilayah yang terdampak. Organisasi kemanusiaan internasional juga ikut membantu menyediakan kebutuhan medis, tempat tinggal sementara, serta dukungan psikologis bagi para penyintas.
Dukungan internasional juga semakin diperkuat. Bank Dunia sebelumnya telah menyalurkan US$200 juta untuk membantu respons terhadap gempa, termasuk kebutuhan darurat dan pemulihan jangka panjang.
Pemerintah Kolombia kini menghadapi tantangan besar untuk menangani korban yang masih hilang sekaligus memulai proses pemulihan. Kerusakan pada perumahan, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur publik membuat rekonstruksi diperkirakan membutuhkan waktu panjang.
Bagi tim penyelamat, prioritas masih memastikan seluruh lokasi yang memiliki kemungkinan korban dapat diperiksa. Sementara bagi pemerintah dan masyarakat, tantangan berikutnya adalah menyediakan tempat tinggal, layanan kesehatan, bantuan psikologis, serta memulihkan kehidupan warga yang terdampak.
Gempa Kolombia menjadi pengingat bahwa bencana besar tidak berhenti ketika getaran utama berakhir. Setelah fase penyelamatan, negara harus menghadapi pekerjaan panjang untuk memulihkan masyarakat dan membangun kembali infrastruktur yang rusak.
