Tiga ASN Jayawijaya Ditembak Tewas, Menteri HAM Natalius Pigai: “Tunjukkan Bukti Mereka Agen”
WAMENA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam keras penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pigai menegaskan, apabila ketiga korban dituding sebagai agen atau bagian dari aparat, tudingan tersebut harus disertai bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, status maupun latar belakang korban tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan hingga menyebabkan hilangnya nyawa.
“Tunjukkan bukti bahwa mereka agen. Pelaku harus diusut tuntas dan dihukum,” tegas Pigai, dikutip dari Fajar.co.id, Jumat (11/9/2026).
Pigai meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Tidak hanya mengungkap identitas pelaku, proses hukum juga diharapkan dapat menjelaskan motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan tiga ASN tersebut kehilangan nyawa.
Penegasan Menteri HAM tersebut sekaligus menyoroti pentingnya pembuktian dalam setiap tuduhan yang diarahkan kepada korban.
Tuduhan bahwa seseorang merupakan agen atau bagian dari kelompok tertentu, menurut konteks pernyataan Pigai, tidak dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa adanya bukti yang dapat diverifikasi.
Kasus penembakan terhadap tiga ASN Pemkab Jayawijaya ini menambah perhatian terhadap situasi keamanan dan perlindungan masyarakat sipil di Papua Pegunungan.
Pemerintah dan aparat penegak hukum didorong memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan hukum yang berlaku.
Pengungkapan kasus secara tuntas dinilai penting bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga untuk mencegah munculnya tuduhan sepihak yang dapat memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
Pihak berwenang diharapkan segera mengungkap siapa pelaku, apa motifnya, serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam penembakan tersebut mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum.
Hingga kini, tudingan bahwa ketiga korban merupakan agen sebagaimana disebut dalam pernyataan tersebut masih harus dibuktikan. Informasi mengenai identitas pelaku dan motif penembakan juga tetap menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
