Tiga ASN Jayawijaya Ditembak hingga Tewas, Menteri HAM Natalius Pigai: Tunjukkan Bukti Jika Dituding Agen

0
1789142150558-1

JAYAPURA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Pigai meminta kasus tersebut diusut secara menyeluruh dan para pelaku diproses sesuai hukum. Ia juga menyoroti tudingan yang menyebut ketiga korban merupakan agen atau bagian dari aparat.

Menurut Pigai, tudingan tersebut harus disertai bukti yang jelas. Jangan sampai seseorang menjadi sasaran kekerasan hanya karena dituduh memiliki keterkaitan dengan aparat tanpa adanya pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tunjukkan bukti bahwa mereka agen? Pelaku harus diusut tuntas dan dihukum,” ujar Pigai, dikutip dari fajar.co.id, Jumat (11/9/2026).

Pigai menegaskan bahwa apabila terdapat pihak yang menuding ketiga ASN tersebut sebagai agen, pihak tersebut harus mampu menunjukkan bukti yang mendukung tudingan tersebut.

Sikap tersebut disampaikan di tengah perhatian terhadap situasi keamanan dan perlindungan hak asasi manusia di Papua Pegunungan. Penembakan terhadap warga sipil, termasuk aparatur pemerintahan, menjadi persoalan serius karena menyangkut hak paling mendasar, yakni hak untuk hidup dan memperoleh perlindungan hukum.

Pemerintah juga dituntut memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti. Pengungkapan pelaku serta motif penembakan menjadi penting agar kasus tersebut tidak berhenti pada tudingan maupun spekulasi.

Selain mengusut pelaku di lapangan, aparat penegak hukum perlu mengungkap pihak-pihak yang berada di balik aksi tersebut apabila ditemukan adanya keterlibatan lebih luas.

Penegakan hukum yang tuntas dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban sekaligus memastikan kekerasan terhadap masyarakat tidak dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

Dalam konteks HAM, setiap orang memiliki hak untuk hidup dan mendapatkan perlindungan hukum. Karena itu, setiap tudingan yang diarahkan kepada seseorang tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan kekerasan di luar proses hukum.

Pemerintah diharapkan segera mengungkap secara terang kronologi, motif, identitas pelaku, serta latar belakang penembakan terhadap tiga ASN tersebut sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: Fajar.co.id

#Papua #Jayawijaya #Wamena #PapuaPegunungan #MenteriHAM #NataliusPigai #HAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *