Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Bertugas, Wili Mbuik Dimakamkan di Rote Ndao

0
1789142660986-1

WAMENA — Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas setelah rombongan Dinas Pertanian yang mereka ikuti mengalami penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sore.

Salah satu korban, Wili Mbuik (25), pegawai Pemkab Jayawijaya asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wamena setelah mengalami luka tembak. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Dalam insiden tersebut, rombongan yang berjumlah delapan orang menjadi korban penembakan. Lima orang dilaporkan selamat, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia.

Selain Wili Mbuik, dua korban lainnya adalah Aprida Rapi (49) dan dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan (35).

Penembakan tersebut diduga melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Aprida Rapi dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka tembak pada bagian rusuk kiri.

Sementara itu, Alfonsius Albinus Mehan meninggal akibat luka tembak pada bagian kepala. Alfonsius diketahui juga berasal dari NTT, tepatnya Sikka, Maumere.

Kepergian Wili menjadi duka bagi keluarga di Rote Ndao. Jenazahnya diterbangkan dari Wamena pada Kamis (10/9/2026) melalui rute Jayapura-Makassar-Kupang.

Setibanya di Kupang, jenazah Wili kemudian disemayamkan semalam di Oesapa. Rencananya, jenazah dibawa menuju Rote Ndao menggunakan kapal pada Jumat (11/9/2026) pagi untuk diserahkan kepada keluarga.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti risiko keamanan yang dihadapi aparatur pemerintah ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki persoalan keamanan.

Pihak berwenang memastikan proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku. Pengusutan juga diperlukan untuk memastikan motif penembakan serta memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena para korban disebut tengah menjalankan tugas pemerintahan ketika insiden terjadi. Penegakan hukum terhadap pelaku diharapkan dapat dilakukan secara tuntas dan berdasarkan bukti yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

Sumber: IDN Times

#Wamena #Papua #PapuaPegunungan #NTT #RoteNdao #Muliama #Jayawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *