Teguh Istiyanto: Perjuangan Ini Tak Akan Berhenti, Perubahan Lahir dari Mereka yang Mau Bergerak
JAKARTA — Pernyataan Teguh Istiyanto kembali menegaskan semangat untuk terus bergerak dan berkontribusi di tengah perjuangan yang disebutnya mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang.
Melalui pernyataannya, Teguh menegaskan bahwa anggapan remeh dari pihak lain tidak akan menjadi alasan untuk menghentikan langkah perjuangan yang sedang dijalankan.
“Meski perjuangan ini dianggap kecil dan tak berarti oleh sebagian orang, kita tidak akan berhenti bergerak,” ujar Teguh Istiyanto.
Ia juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang dinilai tidak ikut berkontribusi, tetapi justru gemar memberikan cibiran terhadap perjuangan yang dilakukan.
Menurut Teguh, apabila seseorang belum dapat memberikan kontribusi, setidaknya tidak perlu melemahkan pihak lain yang sedang berusaha melakukan sesuatu.
“Kalau tidak bisa berkontribusi, lebih baik diam,” tegasnya.
Bagi Teguh, perubahan tidak akan lahir hanya dari kritik, komentar, maupun cibiran. Perubahan membutuhkan orang-orang yang bersedia turun tangan, bekerja, dan mengambil bagian dalam proses perjuangan.
“Perubahan sejati lahir dari tangan-tangan yang bekerja, bukan mulut yang mencela,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa sebuah perjuangan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Hal yang lebih penting adalah adanya keberanian untuk bergerak dan konsistensi dalam menjalankan apa yang diyakini memiliki manfaat.
Teguh menilai setiap bentuk perjuangan memiliki tantangan. Tidak semua langkah akan mendapatkan dukungan, bahkan tidak sedikit yang mungkin meremehkan atau mempertanyakan tujuan dari gerakan tersebut.
Namun, menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya membuat seseorang berhenti melakukan hal yang dianggap positif.
Dalam konteks perjuangan yang dilakukan bersama AMPB, semangat tersebut menjadi dorongan agar gerakan tetap berjalan dengan kontribusi nyata, bukan sekadar menjadi perdebatan di ruang publik.
Pesan Teguh juga menekankan pentingnya membedakan antara kritik yang membangun dengan cibiran yang hanya bertujuan melemahkan.
Kritik tetap diperlukan dalam sebuah gerakan. Namun, kritik akan jauh lebih berarti apabila disertai gagasan, solusi, dan kemauan untuk ikut memperbaiki keadaan.
Pada akhirnya, perjuangan bukan hanya tentang siapa yang paling banyak berbicara, melainkan siapa yang bersedia mengambil tanggung jawab dan bekerja untuk mewujudkan perubahan.
“Kita mungkin dianggap kecil, tetapi selama kita terus bergerak dan berkontribusi, perjuangan tidak akan berhenti,” pesan Teguh.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan membutuhkan proses panjang. Tidak semua hasil dapat dilihat dalam waktu singkat, tetapi langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.
Karena itu, bagi mereka yang memilih untuk bergerak, tantangan dan cibiran tidak semestinya menjadi alasan untuk menyerah.
Sebab perubahan sejati membutuhkan keberanian untuk turun tangan, keteguhan untuk terus berjalan, serta kesediaan untuk berkontribusi bagi tujuan yang diperjuangkan.
