Tanggul Sungai Ngawun Jebol, 40.000 Orang Terdampak Banjir di Myanmar
SOROTAN PUBLIK – Banjir besar melanda wilayah Ayeyarwady, Myanmar, setelah tanggul Sungai Ngawun jebol pada malam 30 Juli 2026. Hingga 7 Agustus, lebih dari 40.000 orang terdampak akibat banjir yang merendam lima kawasan perkotaan dan 106 desa di empat wilayah administratif.
Jebolnya tanggul terjadi di Township Laymyethna, Wilayah Ayeyarwady, setelah hujan deras dan erosi yang dipicu naiknya permukaan air sungai. Otoritas setempat melaporkan tanggul jebol sekitar pukul 22.45 pada 30 Juli dengan lubang selebar sekitar 20 kaki atau sekitar 6 meter.
Sebelum tanggul jebol, petugas telah mendeteksi semburan pasir serta penurunan permukaan tanah yang menjadi indikasi awal adanya kerusakan pada struktur tanggul. Kondisi tersebut kemudian memburuk setelah debit sungai meningkat akibat hujan deras.
Air yang menerobos tanggul mengalir menuju sejumlah kawasan, termasuk Danau Myitkyo di sebelah timur, Chaung Zauk, Sungai Sayae Kone, serta Sungai Da Ka.
Banjir kemudian merendam lima lingkungan perkotaan di Laymyethna, sejumlah ruas jalan utama, serta 72 desa di sekitarnya. Dampak banjir juga meluas ke 26 desa di Township Hinthada, enam desa di Township Yaykyi, dan dua desa di Township Kyonpyaw.
Pemerintah Wilayah Ayeyarwady mengeluarkan peringatan darurat dan meminta masyarakat yang tinggal di kawasan dataran rendah, termasuk wilayah pertanian dan permukiman di Laymyethna, segera berpindah menuju tempat yang lebih tinggi.
Warga diarahkan untuk menggunakan fasilitas yang relatif aman seperti pabrik, sekolah, tempat ibadah, maupun kamp pengungsian yang telah disiapkan pemerintah dan pihak terkait.
Pemerintah juga mengingatkan warga agar mengutamakan keselamatan anggota keluarga, khususnya anak-anak dan lansia. Dokumen penting, barang berharga, obat-obatan, serta persediaan makanan juga diminta diamankan. Warga diimbau mematikan aliran listrik utama sebelum meninggalkan rumah guna menghindari risiko sengatan listrik.
Kondisi Banjir Mulai Berangsur Surut
Hingga Jumat malam (7/8), ketinggian air di sejumlah kawasan perkotaan mulai berangsur surut. Pemulihan layanan komunikasi juga mulai berlangsung dengan sekitar 35 persen jaringan komunikasi telah kembali berfungsi.
Sejumlah kamp bantuan sementara telah didirikan untuk menampung masyarakat yang terdampak. Bantuan makanan juga terus disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Lebih dari 146 juta kyat Myanmar telah disediakan untuk mendukung operasi bantuan dan penanganan masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap dampak jebolnya tanggul dan banjir yang meluas.
Pemerintah Perkuat Penanganan dan Bantuan
Bencana banjir di Ayeyarwady menjadi perhatian karena wilayah tersebut memiliki banyak kawasan dataran rendah dan permukiman yang bergantung pada sistem pengendalian air serta tanggul sungai.
Jebolnya tanggul Sungai Ngawun menunjukkan besarnya risiko yang dapat muncul ketika curah hujan tinggi disertai peningkatan debit sungai dan erosi struktur tanggul.
Pemerintah bersama berbagai unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air, menyalurkan bantuan, serta memastikan masyarakat yang berada di kawasan terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar.
Masyarakat yang masih berada di wilayah rawan banjir diminta tetap mengikuti arahan otoritas setempat dan segera melakukan evakuasi apabila kondisi kembali memburuk. Upaya pemulihan akan terus dilakukan seiring dengan berangsur surutnya banjir di sejumlah kawasan.
