SMAN 7 Kota Bengkulu Kembalikan Menu MBG, Sekolah Pilih Tak Ambil Risiko demi Keamanan Siswa

0
1789141793226-1

BENGKULU — Pihak SMAN 7 Kota Bengkulu mengembalikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sekolah setelah menemukan kondisi salah satu menu ikan yang dinilai perlu mendapat perhatian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Pihak sekolah disebut tidak ingin mengambil risiko terhadap siswa penerima manfaat apabila makanan yang diterima dinilai belum memenuhi standar keamanan untuk dikonsumsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengembalian menu MBG tersebut hanya dilakukan oleh SMAN 7 Kota Bengkulu dari total 18 titik pendistribusian yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gading Cempaka.

Kepala SPPG Gading Cempaka, Rahmat N. Prayogo, membenarkan adanya pengembalian menu tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi dari PIC sekolah mengenai kondisi ikan yang dinilai masih berlendir atau belum cukup matang.

“Dari 18 titik pendistribusian, hanya satu titik di SMAN 7 Kota Bengkulu yang mengembalikan. Yang lainnya aman, tidak ada pengembalian. Padahal semua prosesnya sama, mulai dari penggorengan dan lain-lain,” kata Prayogo kepada media ini, Kamis (3/9/2026).

Menurut Prayogo, ikan yang menjadi perhatian tersebut sebelumnya telah melalui proses pengolahan dengan metode tepung krispi. Ia menjelaskan, ikan memang tidak dibuat terlalu garing agar tekstur daging tetap lembut.

“Sebenarnya tidak ada apa-apa. Keluhan yang kami dapat di lapangan menyebutkan ikan yang diterima kondisinya berlendir. Kalau berbicara kondisi ikan, ikannya menggunakan tepung krispi dan memang tidak dibuat terlalu garing agar daging ikan tetap lembut,” ujarnya.

Meski pihak SPPG menyatakan makanan telah melalui proses pengolahan, pihak sekolah tetap memilih mengembalikan menu tersebut sebagai langkah antisipasi.

Koordinator Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Iqbal Rahmadan, juga membenarkan adanya penarikan kembali menu MBG dari SMAN 7 Kota Bengkulu.

Menurut Iqbal, berdasarkan keterangan PIC sekolah, pada pemeriksaan awal terdapat ikan yang dinilai belum matang. Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh Kepala SPPG di lokasi, ikan tersebut dinyatakan telah matang.

Meski demikian, penarikan tetap dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya persoalan terhadap siswa yang mengonsumsi makanan tersebut.

“Memang ada penarikan kembali. Dari keterangan PIC sekolah, pada pengecekan awal terdapat ikan yang dianggap belum masak. Namun, setelah dicek oleh Kepala SPPG di lapangan, ikan tersebut sudah masak. Demi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka dilakukan penarikan kembali,” kata Iqbal.

Keputusan SMAN 7 Kota Bengkulu tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program MBG, mengingat makanan yang didistribusikan secara langsung dikonsumsi oleh para siswa.

Di sisi lain, pihak penyedia makanan juga menyatakan bahwa proses pengolahan telah dilakukan sesuai prosedur dan menu yang dipersoalkan telah diperiksa kembali di lapangan.

Perbedaan penilaian tersebut menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program MBG, terutama terkait pemeriksaan kualitas makanan sebelum didistribusikan dan sebelum dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Sumber: Info Negeri

#MBG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *