Silmy Karim Kenang Jenderal Ryamizard Ryacudu, Sosok Penggerak Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
JAKARTA – Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, termasuk para pelaku industri pertahanan nasional yang pernah bekerja dan berjuang bersama almarhum dalam membangun kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.
Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, mengenang sosok Ryamizard sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Melalui unggahan kenangan pribadinya, Silmy membagikan momen saat mendampingi almarhum sekitar satu dekade lalu dalam peluncuran sejumlah produk unggulan PT Pindad yang menjadi kebanggaan bangsa.
“Foto ini diambil kurang lebih 10 tahun yang lalu, saya bersama Bapak Alm. Jend. (Purn.) Ryamizard Ryacudu meninjau peluncuran empat senjata baru Pindad yang menjadi kebanggaan industri pertahanan Indonesia,” tulis Silmy Karim.
Pada saat itu, PT Pindad memperkenalkan sejumlah produk strategis karya anak bangsa, yakni senapan serbu SS3, SS2 Subsonic, submachine gun PM3, serta pistol G2 Premium. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri pertahanan nasional yang mandiri dan berdaya saing.
Menurut Silmy, almarhum Ryamizard bukan hanya seorang prajurit dan pemimpin militer, tetapi juga sosok yang secara konsisten mendorong kemajuan industri pertahanan nasional melalui berbagai kebijakan dan terobosan selama masa pengabdiannya.
“Mendapat kabar bahwa Jend. (Purn.) Ryamizard Ryacudu telah berpulang ke Rahmatullah, saya bisa mengatakan bahwa almarhum adalah salah satu sosok yang menaruh perhatian besar dalam mendorong dan mendukung kemajuan PT Pindad melalui program kemandirian alutsista dengan melakukan berbagai terobosan dan pengembangan industri pertahanan dalam negeri,” ungkapnya.
Semasa menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Ryamizard dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten memperjuangkan peningkatan kemampuan industri pertahanan nasional. Berbagai program pengembangan alutsista dalam negeri terus didorong agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk pertahanan impor dan memperkuat kemandirian strategis bangsa.
Bagi Silmy Karim, dedikasi dan kontribusi almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan panjang pembangunan industri pertahanan Indonesia.
“Semoga semangat beliau dapat terus menginspirasi dan menjadi amal jariyah yang senantiasa menjadi penerang di sisi-Nya. Al-Fatihah,” tulisnya.
Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang pernah merasakan pengabdian dan komitmennya dalam menjaga kedaulatan negara serta membangun kekuatan pertahanan nasional yang mandiri.
