Rizkan Al Mubarrok Ajak Masyarakat Promosikan Candi Muaro Jambi sebagai Warisan Sejarah dan Magnet Wisata Jambi
JAMBI — Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarrok, mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkenalkan dan menjaga Candi Muaro Jambi sebagai salah satu warisan budaya penting yang dimiliki Provinsi Jambi.
Menurut Rizkan, Candi Muaro Jambi tidak semestinya hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sejarah dan kekayaan peradaban yang harus dikenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas.
Ajakan tersebut dinilai relevan dengan posisi kawasan Percandian Muarajambi yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 259/M/2013. Data resmi pemerintah mencatat Percandian Muarajambi berada di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dengan kategori kawasan.
Bagi Rizkan, status tersebut seharusnya menjadi momentum untuk semakin memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Jambi memiliki warisan sejarah yang mempunyai nilai penting bagi Indonesia.
“Kalau kita ingin Jambi semakin dikenal, kita harus berani memperkenalkan kekayaan yang kita miliki. Candi Muaro Jambi bukan hanya milik satu daerah, tetapi bagian dari kekayaan sejarah Indonesia yang patut kita jaga dan promosikan bersama,” ujar Rizkan dalam pandangannya.
MENJAGA SEJARAH, MEMBANGUN KEBANGGAAN
Rizkan menilai kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas dan warisan sejarahnya.
Menurut dia, sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Dengan mengenal peninggalan masa lalu, masyarakat dapat memahami bahwa daerah yang mereka tempati memiliki perjalanan peradaban yang panjang.
Karena itu, promosi Candi Muaro Jambi menurut Rizkan harus dilakukan secara positif, edukatif, dan bertanggung jawab.
Masyarakat dapat mengambil bagian melalui berbagai cara, mulai dari mengunjungi kawasan cagar budaya, menjaga kebersihan, menaati aturan pengelolaan situs, hingga memperkenalkannya melalui media sosial.
“Jangan sampai generasi muda lebih mengenal destinasi wisata di luar negeri, tetapi tidak mengenal kekayaan sejarah yang ada di daerahnya sendiri,” kata Rizkan.
POTENSI WISATA DAN EKONOMI MASYARAKAT
Selain aspek sejarah dan budaya, Rizkan melihat Candi Muaro Jambi memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Jambi.
Pengembangan pariwisata, menurutnya, harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan dapat membuka peluang ekonomi melalui kuliner, usaha kreatif, jasa transportasi, pemandu wisata, kerajinan, hingga berbagai produk lokal.
Namun, pengembangan tersebut harus tetap menempatkan pelestarian cagar budaya sebagai prinsip utama.
“Pariwisata jangan hanya mengejar jumlah pengunjung. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, dan warisan budaya tetap terjaga,” ujar Rizkan.
Rizkan juga mendorong generasi muda Jambi untuk mengambil peran lebih besar dalam mempromosikan Candi Muaro Jambi melalui platform digital.
Menurutnya, perkembangan media sosial memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi daerah kepada audiens yang jauh lebih luas.
Konten berupa sejarah, dokumentasi kawasan, cerita budaya, pengalaman wisata, hingga informasi mengenai masyarakat sekitar dapat menjadi bagian dari promosi yang edukatif.
CANDI MUARO JAMBI DAN MASA DEPAN JAMBI
Rizkan berpandangan bahwa promosi Candi Muaro Jambi harus ditempatkan dalam visi yang lebih besar, yakni membangun citra Jambi sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, alam, dan potensi ekonomi.
Ia menilai semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal Candi Muaro Jambi, semakin besar pula peluang kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang diperhitungkan secara nasional.
Namun, promosi tidak boleh berhenti pada slogan.
Pelestarian, pengelolaan kawasan, aksesibilitas, kebersihan, kualitas pelayanan wisata, informasi sejarah, serta keterlibatan masyarakat harus berjalan secara beriringan.
Dengan pendekatan tersebut, Candi Muaro Jambi tidak hanya menjadi tempat untuk dikunjungi, tetapi juga ruang pembelajaran tentang sejarah dan kebudayaan.
“Jambi punya cerita besar. Tugas kita bukan hanya menceritakan bahwa kita punya sejarah, tetapi memastikan sejarah itu tetap dikenal, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Rizkan.
AJAK MASYARAKAT JADI DUTA WISATA JAMBI
Rizkan kemudian mengajak masyarakat Jambi untuk menjadi bagian dari gerakan memperkenalkan Candi Muaro Jambi.
Menurutnya, setiap warga dapat mengambil peran sesuai kemampuannya. Pengusaha dapat mengembangkan ekonomi lokal, generasi muda dapat membuat konten positif, masyarakat sekitar dapat menjaga lingkungan, sementara pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat pengelolaan serta promosi kawasan.
“Kalau kita ingin orang lain mencintai Jambi, kita harus terlebih dahulu menunjukkan bahwa kita sendiri mencintai Jambi,” tutur Rizkan.
Ia berharap Candi Muaro Jambi semakin dikenal bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga oleh wisatawan mancanegara.
Dengan kekayaan sejarah yang dimilikinya dan statusnya sebagai cagar budaya peringkat nasional, Rizkan menilai Candi Muaro Jambi layak ditempatkan sebagai salah satu simbol kebanggaan Jambi sekaligus bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
Pada akhirnya, menjaga Candi Muaro Jambi bukan semata-mata tentang mempertahankan bangunan dan kawasan bersejarah.
Lebih dari itu, menjaga warisan budaya merupakan upaya mempertahankan ingatan kolektif sebuah bangsa.
Dan bagi Rizkan Al Mubarrok, ketika masyarakat Jambi mampu menjaga sejarahnya sekaligus mengemasnya secara kreatif untuk generasi modern, Candi Muaro Jambi dapat menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Jambi.
