Resmi Bergabung dengan Keluarga Besar NU, Tokoh Ini Tegaskan Komitmen Bersama Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat
Sorotan Publik — Bergabungnya seseorang secara resmi sebagai anggota Nahdlatul Ulama (NU) menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh tersebut menyampaikan rasa syukur dan kehormatan karena kembali mendapat undangan sekaligus secara resmi diterima menjadi bagian dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama.
“Ini sebuah kehormatan bagi saya untuk diundang kedua kali, juga secara resmi bergabung menjadi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya.
Ia menegaskan, bergabungnya dirinya sebagai anggota NU bukan sekadar status organisasi, tetapi menjadi bagian dari semangat gotong royong bersama masyarakat Indonesia untuk bekerja dan memberikan kontribusi di berbagai bidang.
Menurutnya, tujuan utama dari kerja bersama tersebut adalah memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang layak, memperoleh makanan yang cukup, memiliki tempat tinggal serta mendapatkan penghasilan yang memadai setiap bulan.
“Saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama, berarti NU bersama seluruh rakyat Indonesia, secara gotong royong, kita akan bekerja keras di semua bidang,” katanya.
Ia menambahkan, perjuangan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan satu tujuan yaitu agar rakyat dapat hidup layak, agar rakyat bisa makan dengan baik, punya rumah dan penghasilan tiap bulan yang cukup,” lanjutnya.
Ucapan Selamat untuk Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan ucapan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ucapan selamat juga disampaikan kepada KH Miftachul Akhyar yang dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.
Ia berharap kepemimpinan baru PBNU dapat membawa NU terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa, negara dan umat.
Muktamar NU Dinilai Berikan Contoh bagi Bangsa
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Menurutnya, pelaksanaan muktamar menunjukkan bahwa organisasi dengan jumlah anggota yang sangat besar tetap mampu menjalankan agenda penting secara damai dan rukun.
“NU telah memberi contoh kepada bangsa, bagaimana sebuah organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun,” tuturnya.
Menurutnya, suasana damai dan kerukunan menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi besar.
Ia berharap NU dapat terus memberikan darmabakti bagi bangsa dan negara serta menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Negara, bangsa dan umat menunggu darmabakti Nahdlatul Ulama, di hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya.
