Pria 20 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pondok Dompeng Sarolangun, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
SAROLANGUN – Warga Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berinisial D (20) dalam kondisi meninggal dunia di sebuah pondok tempat kerja dompeng, Minggu (2/8/2026).
Korban yang diketahui berasal dari Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB oleh rekannya. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka pada bagian leher.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Korban Sempat Minta Ditemani
Kapolsek Batang Asai IPTU Sarman Kenedi mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat meminta rekannya untuk menemaninya pergi ke kamar kecil sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun, permintaan tersebut tidak diikuti oleh rekannya yang memilih tetap beristirahat. Sekitar pukul 03.00 WIB, saksi terbangun dan hendak menuju kamar kecil. Saat itulah korban ditemukan telah tergeletak di dalam pondok.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar korban.
Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti
Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah pisau cutter di tangan kanan korban. Selain itu, terdapat pula jerigen minyak goreng berukuran lima kilogram yang isinya diduga telah berkurang sekitar setengah.
Barang-barang tersebut telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Korban diketahui datang ke lokasi bersama sepupunya pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Keduanya datang untuk bekerja di lokasi dompeng atau aktivitas penambangan emas tradisional dan berencana tinggal selama beberapa hari.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Kapolsek Batang Asai menyampaikan bahwa dugaan sementara mengarah pada bunuh diri. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian secara final karena penyelidikan masih berlangsung.
“Dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, namun penyelidikan tetap kami lakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar Sarman.
Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan penyebab kematian berdasarkan temuan medis.
Polisi juga masih mendalami keterangan para saksi serta seluruh fakta yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kematian korban benar-benar disebabkan oleh tindakan bunuh diri atau terdapat faktor lain yang perlu diselidiki lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menarik kesimpulan maupun menyebarkan spekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi disampaikan. Setiap informasi mengenai kasus tersebut sebaiknya mengacu pada keterangan pihak berwenang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap orang-orang yang berada dalam kondisi tertekan, terutama mereka yang bekerja di lokasi terpencil dengan akses terbatas terhadap keluarga maupun lingkungan sosial.
Apabila seseorang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan berat atau membutuhkan pertolongan psikologis, dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan tenaga profesional dapat menjadi langkah penting.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan aparat akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian.
