Komisi IV DPR RI Dorong Indonesia Jadi Produsen Utama Lobster Budidaya Dunia
Sorotan Publik — Komisi IV DPR RI mendorong percepatan pengembangan budidaya lobster nasional agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok Benih Bening Lobster (BBL), tetapi mampu naik kelas menjadi salah satu produsen utama lobster budidaya dunia.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menilai, target tersebut membutuhkan pembangunan ekosistem budidaya yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ekosistem itu mencakup ketersediaan benih, penguasaan teknologi budidaya, sarana produksi, akses permodalan hingga kepastian pasar.
Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto saat mengunjungi Instalasi Telong-Elong Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Titiek untuk melihat kembali perkembangan budidaya lobster di Lombok Timur setelah 14 tahun.
Menurutnya, pengembangan lobster tidak cukup hanya berhenti pada penyediaan benih. Indonesia perlu membangun rantai produksi dari hulu hingga hilir sehingga nilai ekonomi komoditas tersebut dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri.
Penguatan teknologi budidaya juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga tingkat kelangsungan hidup lobster, sekaligus memastikan kegiatan budidaya berlangsung secara berkelanjutan dan memperhatikan kondisi lingkungan.
Selain teknologi, akses permodalan bagi pembudidaya serta kepastian pasar menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut. Dengan dukungan yang terintegrasi, pembudidaya diharapkan memiliki kepastian usaha dan Indonesia dapat meningkatkan daya saing lobster hasil budidaya di pasar internasional.
Dorongan Komisi IV DPR RI tersebut menempatkan pengembangan budidaya lobster sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sektor kelautan dan perikanan nasional.
Indonesia memiliki potensi besar di sektor kelautan. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti sebagai sumber bahan baku atau benih, tetapi dapat dikembangkan menjadi industri budidaya yang menghasilkan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat dan negara.
Dengan penguatan dari sisi benih, teknologi, pembiayaan, sarana produksi, sumber daya manusia serta pasar, Indonesia diharapkan mampu membangun industri lobster budidaya yang kompetitif sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan pembudidaya dan masyarakat pesisir.
