Polsek Sekernan Bongkar Pencurian Aset Pemkab Muaro Jambi, Lima Fasilitas Pemerintah Jadi Sasaran

0
IMG-20260727-WA0007

SOROTAN PUBLIK – Unit Reserse Kriminal Polsek Sekernan berhasil mengungkap dugaan kasus pencurian aset milik Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi yang menyasar sedikitnya lima fasilitas pemerintah. Seorang pria berinisial RA bersama sejumlah rekannya diamankan setelah diduga terlibat dalam rangkaian pencurian yang terjadi di sejumlah kompleks perkantoran dan fasilitas publik di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B-29/VII/2026/Polsek Sekernan. Kasus bermula dari laporan hilangnya sejumlah komponen pendingin udara atau AC di Gedung Serbaguna Kompleks Perkantoran Bupati Muaro Jambi yang diketahui pada 28 Maret 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, keterangan sejumlah saksi, dan alat bukti yang dikumpulkan, polisi kemudian mengidentifikasi para terduga pelaku. Dari hasil pengembangan, RA bersama sejumlah rekannya akhirnya diamankan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Lima Fasilitas Pemerintah Diduga Jadi Sasaran

Penyidik kemudian menemukan dugaan bahwa aksi pencurian tidak hanya terjadi di Gedung Serbaguna Kompleks Perkantoran Bupati Muaro Jambi. Sejumlah fasilitas pemerintah lainnya juga diduga menjadi sasaran.

Lokasi yang diduga mengalami pencurian antara lain Gedung Kantor Bupati, Gedung Inspektorat, Gedung Serbaguna, Gedung Dinas Kesehatan Muaro Jambi, serta Rumah Dinas Ketua Pengadilan Negeri Muaro Jambi.

Barang yang diduga hilang dari sejumlah lokasi tersebut meliputi blower outdoor AC, pipa kuningan AC, hingga mesin air. Berdasarkan penyelidikan sementara, pencurian komponen fasilitas tersebut diduga dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu beberapa bulan.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian. Di antaranya satu unit gerinda listrik yang diduga digunakan untuk memotong pipa dan komponen AC, gulungan selang AC, kipas blower, serta sejumlah pipa kuningan.

Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap secara lebih rinci modus operandi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Kerugian Sementara Ditaksir Rp5 Juta

Akibat dugaan pencurian yang terjadi di lima lokasi, kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah karena penyidik masih melakukan pendataan dan penghitungan terhadap seluruh aset yang diduga hilang atau rusak.

Kerugian akibat pencurian aset pemerintah tidak hanya berkaitan dengan nilai material barang yang hilang. Hilangnya komponen AC dan peralatan lainnya juga berpotensi mengganggu kenyamanan serta aktivitas pelayanan publik di fasilitas pemerintah yang menjadi sasaran.

Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran pencurian. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan aliran barang hasil curian dan pihak yang diduga menerima atau membeli barang tersebut.

Polisi Dalami Kemungkinan Pelaku Lain

Dalam proses pengembangan kasus, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku dan saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat terungkap secara menyeluruh.

Para pelaku yang telah diamankan diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik juga masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga keamanan lingkungan, khususnya di sekitar kawasan perkantoran dan fasilitas publik. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindak pidana.

Pengungkapan kasus dugaan pencurian aset Pemkab Muaro Jambi tersebut menjadi bagian dari upaya aparat penegak hukum dalam menjaga fasilitas pemerintah dan aset yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Penegakan hukum terhadap kasus tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bahwa aset pemerintah merupakan bagian dari fasilitas publik yang harus dijaga bersama. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi penting untuk mencegah terjadinya pencurian maupun tindakan kriminal lainnya yang dapat merugikan negara dan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *