Patroli Gabungan Temukan Empat Rakit Diduga untuk PETI di Geopark Merangin, Barang Bukti Diamankan

0
IMG-20260808-WA0053

MERANGIN — Tim gabungan menemukan empat rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) saat melakukan patroli di kawasan UNESCO Global Geopark Merangin, Kabupaten Merangin, Jambi, Kamis (6/8/2026).

Patroli tersebut melibatkan Polda Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Merangin dan unsur terkait. Penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban aktivitas pertambangan ilegal sekaligus menjaga kelestarian kawasan Geopark Merangin.

Tim menemukan rakit-rakit tersebut di kawasan Muara Karing. Tidak terdapat pekerja di lokasi ketika petugas melakukan pemeriksaan.

Empat Rakit dan Sejumlah Peralatan Diamankan

Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan menggunakan rakit.

Barang yang diamankan antara lain tiga mesin kompresor, dua mesin genset, dua dulang, enam karpet, empat selang berwarna biru, empat selang air, serta delapan tali berukuran panjang.

Seluruh barang tersebut kemudian dibawa ke Polres Merangin untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Petugas selanjutnya akan melakukan penelusuran untuk mengetahui pemilik peralatan dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan tersebut.

Dalam patroli kali ini, tim tidak menemukan aktivitas penambangan yang menggunakan alat berat seperti ekskavator.

Namun, keberadaan rakit dan peralatan penambangan yang ditinggalkan di lokasi menunjukkan adanya indikasi aktivitas PETI di kawasan tersebut.

Pemkab Merangin Tegaskan Kawasan Geopark Harus Dilindungi

Bupati Merangin Muhammad Syukur menyatakan dukungannya terhadap upaya penertiban aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Merangin.

Ia menegaskan kawasan UNESCO Global Geopark Merangin harus dijaga dari aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Merangin mendukung penuh penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin. Kawasan UNESCO Global Geopark harus steril dari aktivitas pertambangan ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Syukur.

Pemerintah daerah juga mendorong pendekatan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak aktivitas PETI terhadap lingkungan serta konsekuensi hukum bagi pihak yang melakukan atau memfasilitasi kegiatan pertambangan tanpa izin.

PETI Berpotensi Merusak Ekosistem Sungai

Aktivitas PETI menjadi perhatian karena dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan, terutama apabila kegiatan dilakukan di kawasan sungai dan wilayah yang memiliki nilai konservasi.

Penggunaan mesin penyedot dalam aktivitas penambangan dapat mengubah kondisi dasar sungai dan berpotensi meningkatkan sedimentasi.

Aktivitas pertambangan tanpa pengelolaan lingkungan yang memadai juga dapat meningkatkan risiko pencemaran air dan mengganggu ekosistem yang bergantung pada sungai.

Dampak tersebut menjadi semakin penting untuk diperhatikan karena Geopark Merangin memiliki nilai geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kawasan yang harus dilindungi.

Patroli dan Penindakan Akan Dilanjutkan

Patroli gabungan menjadi salah satu langkah untuk mencegah kembali munculnya aktivitas PETI di kawasan Geopark Merangin.

Selain penindakan terhadap aktivitas ilegal, edukasi kepada masyarakat juga diperlukan agar upaya perlindungan kawasan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Aparat bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang dinilai rawan aktivitas pertambangan ilegal.

Masyarakat juga diharapkan berperan dalam menjaga kawasan dengan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan aktivitas PETI.

Penertiban tidak hanya bertujuan menghentikan aktivitas pertambangan tanpa izin, tetapi juga menjaga lingkungan dan memastikan kawasan Geopark Merangin tetap memiliki fungsi ekologis serta nilai geologi dan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan tersebut.

Dengan pengawasan yang konsisten dan penegakan hukum sesuai ketentuan, aktivitas PETI di kawasan Geopark Merangin diharapkan dapat ditekan dan kelestarian kawasan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *