Operasi Besar BNN–Polri Guncang Kampung Bahari, Puluhan Kilogram Narkoba hingga Senjata Api Disita

0
1779217610597


Kawasan Kampung Bahari kembali menjadi sorotan setelah operasi gabungan besar yang melibatkan Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Negara Republik Indonesia digelar untuk memberantas jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Operasi terpadu yang berlangsung pada Jumat (7/11) itu merupakan lanjutan dari operasi sebelumnya yang digelar pada Rabu (5/11). Operasi dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan dukungan sekitar 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Satuan Brimob, serta Polres Jakarta Utara.

Dalam penggerebekan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah besar yang diduga terkait aktivitas jaringan peredaran narkotika.
Dari hasil penelusuran, petugas menemukan:
89.159,42 gram sabu
91,53 gram ganja
159 butir ekstasi
Uang tunai Rp1.468.253.000
Uang palsu Rp5.500.000
Selain itu, aparat juga menyita berbagai barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan, di antaranya:
21 senjata tajam
1 busur panah beserta 8 anak panah
7 pucuk senjata api
2 senapan air gun
6 airsoft gun
Emas batangan dan perhiasan
Sejumlah kendaraan roda dua
9 unit telepon seluler

Barang bukti tersebut ditemukan di rumah kost yang berada di kawasan Jalan Samudera 4 dan Jalan Bak Air 2.
Dalam operasi itu, petugas juga mengamankan sembilan orang berinisial Sa, Ab, Yu, He, Fa, Yo, Su, SH, dan RN untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi terhadap soliditas kerja sama antara BNN dan Polri dalam operasi pemberantasan jaringan narkotika di wilayah yang selama ini dikenal rawan peredaran gelap.

“Saya sangat bangga. Hari ini kita membuktikan kerja sama luar biasa. Dengan kerja optimal, kita mendapatkan barang bukti yang luar biasa,” ujarnya.
Operasi tersebut kembali memperlihatkan bahwa perang melawan narkotika tidak hanya menyasar pengguna atau pengedar kecil, tetapi juga diarahkan untuk memutus jaringan yang lebih besar hingga aktor utama di balik peredarannya.

Pemerintah berharap operasi serupa terus berlanjut untuk mempersempit ruang gerak bandar besar narkoba sekaligus memperkuat rasa aman masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *