Menteri Pariwisata Widiyanti Tinjau Geopark Ijen dan Konektivitas 4B di Banyuwangi

0
IMG-20260728-WA0033(1)

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaksanakan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (24/7/2026). Rangkaian kunjungan tersebut meliputi peninjauan kesiapan Geopark Ijen menjelang revalidasi UNESCO Global Geopark, pembahasan pengembangan konektivitas kawasan wisata 4B yang mencakup Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara, dan Bali Timur, serta visitasi ke Desa Wisata Osing Kemiren.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelestarian warisan alam dan budaya sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata.

Geopark Ijen yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023 kini memasuki tahapan penilaian ulang atau revalidasi. Proses tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap berjalan sesuai prinsip yang ditetapkan UNESCO, termasuk konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Geopark Ijen Bersiap Hadapi Revalidasi UNESCO

Ijen UNESCO Global Geopark memiliki luas sekitar 2.800 kilometer persegi dan mencakup 18 desa di empat kecamatan. Kawasan ini memiliki keunikan geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya yang menjadi daya tarik utama pariwisata Banyuwangi.

Salah satu ikon utama kawasan tersebut adalah Kawah Ijen yang dikenal dengan fenomena blue fire atau api biru. Fenomena alam tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata yang membuat kawasan Ijen dikenal hingga mancanegara.

Dalam kunjungannya, Widiyanti meninjau sejumlah aspek pengelolaan kawasan geopark, termasuk fasilitas pendukung wisata. Perhatian juga diberikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan wisatawan, penguatan kapasitas pemandu lokal, serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pengelolaan Geopark Ijen tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memastikan keberadaan kawasan tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan.

Konektivitas Wisata 4B Terus Dikembangkan

Selain meninjau Geopark Ijen, Menteri Pariwisata membahas pengembangan konektivitas kawasan wisata 4B yang menghubungkan Banyuwangi dengan Bali Barat, Bali Utara, dan Bali Timur.

Pengembangan konektivitas tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi, begitu pula sebaliknya.

Konektivitas antarkawasan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan destinasi wisata. Akses yang semakin mudah diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata ke lebih banyak daerah.

Banyuwangi memiliki posisi strategis karena berada di ujung timur Pulau Jawa dan berdekatan dengan Pulau Bali. Potensi tersebut dapat menjadi modal penting untuk membangun jaringan destinasi wisata yang saling terhubung dan menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih beragam.

Desa Wisata Osing Kemiren Jadi Bagian Pengembangan Pariwisata

Rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata juga mencakup visitasi ke Desa Wisata Osing Kemiren, salah satu kawasan yang menjadi pusat pelestarian budaya masyarakat Osing di Banyuwangi.

Desa tersebut memiliki beragam atraksi budaya, termasuk tradisi Barong Ider Bumi, kesenian Gandrung, serta berbagai kerajinan dan produk khas masyarakat Osing.

Pengembangan Desa Wisata Osing Kemiren diarahkan untuk memperkuat kualitas pengalaman wisatawan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Digitalisasi promosi, peningkatan kualitas homestay, serta penguatan kapasitas pelaku wisata menjadi sejumlah aspek yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing desa wisata.

Pengembangan desa wisata juga menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pariwisata yang lebih inklusif. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, aktivitas pariwisata diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Pariwisata Berkelanjutan Jadi Fokus

Kunjungan Menteri Pariwisata ke Banyuwangi menghasilkan sejumlah catatan yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan Geopark Ijen dan destinasi wisata lainnya.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai aset utama.

Banyuwangi sendiri terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Keberadaan Kawah Ijen, Geopark Ijen, serta berbagai desa wisata menjadi kekuatan yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Melalui penguatan destinasi, konektivitas, dan kualitas sumber daya manusia, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan destinasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjaga warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, potensi alam dan budaya Banyuwangi diharapkan dapat terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Geopark Ijen, konektivitas 4B, dan Desa Wisata Osing Kemiren menjadi bagian dari upaya tersebut. Keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *