Mentan Amran Tahan Kenaikan Harga Pakan, Penyerapan Telur Digenjot Lewat MBG, Peternak Batalkan Aksi Demo

0
IMG-20260805-WA0027

JAKARTA – Langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjaga stabilitas sektor peternakan kembali mendapat apresiasi dari kalangan peternak ayam petelur. Sejumlah kebijakan strategis yang ditempuh pemerintah, mulai dari menahan kenaikan harga pakan ternak, memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mempercepat distribusi jagung, dinilai mampu memberikan harapan baru bagi peternak rakyat.

Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, Satgas Pangan Polri, industri pakan, koperasi peternak, serta pelaku usaha di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Langkah terpadu itu diambil sebagai respons atas anjloknya harga telur di tingkat peternak yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Peternak Batalkan Rencana Aksi Demonstrasi

Koperasi Peternak Rakyat Kendal menyatakan mengapresiasi kebijakan pemerintah dan memutuskan membatalkan rencana aksi demonstrasi yang semula dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026.

Sebagai bentuk rasa syukur atas respons cepat pemerintah, para peternak bahkan berkomitmen menggelar kegiatan berbagi ayam kepada masyarakat apabila harga telur kembali stabil.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengatakan keputusan pemerintah memberikan kepastian bagi peternak yang selama ini menghadapi tekanan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual telur.

“Mulai hari ini disepakati tidak ada kenaikan harga pakan maupun konsentrat. Kami juga mendapat kepastian pemerintah akan memperkuat penyerapan telur dan mempercepat distribusi jagung SPHP. Ini menjadi angin segar bagi peternak,” ujar Suwardi.

Distribusi Jagung Terus Diperkuat

Menurut Suwardi, program distribusi jagung Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah memberikan manfaat nyata bagi peternak.

Hingga kini, lebih dari 9.000 ton jagung SPHP telah disalurkan kepada peternak di berbagai daerah. Namun, kebutuhan masih cukup besar, khususnya bagi anggota KPUS yang menaungi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kebutuhan anggota kami sekitar 2.000 ton. Karena itu kami berharap distribusi jagung SPHP terus ditingkatkan agar kebutuhan peternak rakyat dapat terpenuhi,” katanya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Harga Telur

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat terus mengalami kerugian.

Selain menunda kenaikan harga pakan, pemerintah juga akan memperketat pengawasan perdagangan telur agar tidak terjadi praktik pembelian di bawah harga acuan yang merugikan peternak.

“Selama di tangan saya, persoalan peternak harus selesai. Pemerintah berpihak kepada peternak kecil,” tegas Mentan Amran.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian akan menyurati Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur dari peternak di wilayah masing-masing sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP).

Pemerintah juga akan mengusulkan penyerapan telur melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai instrumen stabilisasi harga serta meminta Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap pelaku usaha yang membeli maupun menjual telur di bawah harga acuan.

Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Melalui sinergi antara pemerintah, koperasi peternak, Bulog, industri pakan, dan aparat penegak hukum, pemerintah berharap harga telur kembali stabil, biaya produksi tetap terkendali, serta keberlangsungan usaha peternak rakyat semakin kuat.

Kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga ketersediaan telur sebagai salah satu sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *