Menhan Sjafrie dan Dubes Finlandia Bahas Penguatan Kerja Sama C4ISR, Keamanan Siber, dan Pertahanan Maritim

0
IMG-20260715-WA0011

JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, H.E. Pekka Kaihilahti, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks dan berkembang pesat.

Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang berorientasi pada penguatan kemampuan pertahanan berbasis teknologi. Fokus pembahasan meliputi kedaulatan dan perlindungan data, teknologi Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR), komunikasi satelit, Maritime Domain Awareness (MDA), sistem pengawasan modern, hingga penguatan keamanan siber.

Menhan Sjafrie menegaskan bahwa modernisasi pertahanan Indonesia memerlukan kolaborasi dengan negara-negara mitra yang memiliki keunggulan teknologi. Finlandia dinilai sebagai salah satu negara yang memiliki pengalaman dan kapabilitas tinggi dalam pengembangan teknologi pertahanan, khususnya di bidang keamanan siber dan penanganan ancaman hibrida.

Sebagai salah satu negara dengan sistem keamanan digital terbaik di dunia, Finlandia telah lama mengembangkan teknologi perlindungan data, sistem komunikasi strategis, serta kemampuan menghadapi berbagai ancaman siber yang semakin kompleks. Pengalaman tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Selain membahas transfer teknologi, kedua pihak juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kompetensi personel pertahanan dinilai menjadi faktor utama agar teknologi modern yang diadopsi dapat dioperasikan, dikelola, dan dikembangkan secara optimal oleh tenaga profesional Indonesia.

Kerja sama di bidang komunikasi satelit, sistem pengawasan maritim, dan Maritime Domain Awareness (MDA) juga menjadi perhatian penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang membutuhkan sistem pemantauan wilayah laut secara terintegrasi guna menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

Pertemuan ini turut mempertegas komitmen Indonesia dan Finlandia untuk memperluas kemitraan strategis melalui dialog yang berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan teknologi pertahanan yang adaptif terhadap dinamika keamanan global.

Ke depan, implementasi berbagai peluang kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan pertahanan siber Indonesia, meningkatkan perlindungan data nasional, mempercepat modernisasi alat dan sistem pertahanan, serta mendukung pengembangan industri pertahanan dalam negeri melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *