Mengenang Haji Abdul Hadi, Maestro Suling Soneta Group yang Menghidupkan Musik Dangdut Rhoma Irama
JAKARTA — Dunia musik dangdut Indonesia menyimpan nama besar Haji Abdul Hadi, sosok maestro suling yang menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Soneta Group bersama Raja Dangdut Rhoma Irama.
Melalui tiupan sulingnya yang khas, Abdul Hadi memberikan warna musikal tersendiri pada lagu-lagu Soneta. Permainan suling bambunya menjadi salah satu elemen yang memperkuat karakter musik dangdut modern yang dikembangkan Rhoma Irama dengan memadukan unsur musik Melayu dan rock.
Kepergiannya pada Minggu, 1 Agustus 2021, dalam usia 76 tahun meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, penggemar Soneta, dan pencinta musik dangdut Tanah Air.
Maestro Suling dengan Ciri Khas yang Melekat
Haji Abdul Hadi dikenal melalui permainan suling yang menjadi ornamen melodi dalam aransemen musik Soneta Group.
Penampilannya di atas panggung juga mudah dikenali. Topi baret dan kumis tebal menjadi ciri khas yang melekat pada sosoknya selama bertahun-tahun berkiprah bersama grup musik legendaris tersebut.
Keahliannya memainkan suling membuat instrumen tradisional itu memiliki tempat istimewa dalam musik dangdut. Tiupan suling tidak sekadar menjadi pengisi melodi, tetapi turut membangun suasana, memperkuat emosi lagu, dan memberikan identitas musikal yang khas.
Abdul Hadi bahkan dikenal sebagai salah satu maestro suling dangdut Indonesia. Dedikasinya menjadi bagian dari perjalanan penting perkembangan musik dangdut modern.
Bagian dari Perjalanan Panjang Soneta Group
Soneta Group didirikan oleh Rhoma Irama pada 11 Desember 1970. Dalam perjalanan grup musik tersebut, Abdul Hadi dikenal sebagai salah satu personel generasi awal yang turut membangun karakter musikal Soneta.
Selama puluhan tahun, permainan sulingnya menjadi bagian dari aransemen yang mengiringi perjalanan Rhoma Irama dalam membesarkan musik dangdut di Indonesia.
Perpaduan unsur Melayu, rock, dan berbagai pengaruh musik lainnya menjadikan Soneta memiliki karakter berbeda dibandingkan banyak grup musik dangdut pada masanya.
Di tengah perpaduan instrumen modern, suling bambu yang dimainkan Abdul Hadi tetap memiliki ruang tersendiri. Suaranya menjadi jembatan antara akar musik Melayu dan perkembangan dangdut dengan aransemen yang lebih dinamis.
Kontribusi seperti inilah yang membuat peran seorang pemain instrumen menjadi sangat penting dalam membentuk identitas sebuah grup musik.
Rhoma Irama Sempat Menjenguk Sang Sahabat
Kisah persahabatan Rhoma Irama dan Abdul Hadi menjadi bagian emosional dari perjalanan Soneta Group.
Pada April 2020, Rhoma Irama dikabarkan menjenguk Abdul Hadi ketika kondisi kesehatannya telah menurun. Menurut kisah yang beredar, Abdul Hadi saat itu mengalami penurunan daya ingat sehingga sempat tidak mengenali sahabat yang telah bersamanya selama puluhan tahun.
Momen tersebut menggambarkan sisi manusiawi di balik perjalanan panjang sebuah grup musik legendaris.
Di atas panggung, para musisi mungkin dikenal melalui penampilan yang memukau dan karya-karya yang terus dikenang. Namun, di balik semua itu, terdapat persahabatan, perjuangan, pengorbanan, dan perjalanan hidup yang tidak selalu mudah.
Rhoma Irama dan Abdul Hadi pernah melewati masa-masa panjang dalam membangun nama Soneta Group. Keduanya menjadi bagian dari sejarah perkembangan musik dangdut Indonesia.
Pengabdian Panjang bagi Musik Dangdut
Dalam berbagai kisah mengenai perjalanan Soneta, Abdul Hadi disebut telah mengabdikan sebagian besar masa hidupnya untuk musik dangdut.
Setelah kondisi fisiknya melemah, ia tidak lagi aktif bersama Soneta dan kemudian digantikan oleh peniup suling lain yang disebut merupakan muridnya.
Perjalanan panjang tersebut memperlihatkan bahwa warisan seorang musisi tidak hanya diukur dari banyaknya penampilan atau rekaman yang dihasilkan, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap karakter musik dan generasi penerus.
Suling yang dimainkan Abdul Hadi menjadi bagian dari identitas musikal Soneta yang masih dikenang oleh penggemarnya hingga kini.
Kepergiannya pada 2021 juga mengingatkan publik bahwa para musisi di balik kesuksesan sebuah grup legendaris layak mendapatkan penghargaan atas kontribusi mereka.
Warisan Maestro yang Tak Mudah Dilupakan
Haji Abdul Hadi telah berpulang, tetapi kontribusinya dalam perjalanan musik dangdut Indonesia tetap menjadi bagian dari sejarah Soneta Group.
Bagi para penggemar Rhoma Irama, suara suling dalam lagu-lagu Soneta bukan sekadar bunyi instrumen. Di dalamnya terdapat kenangan, emosi, dan identitas musik yang telah menemani perjalanan beberapa generasi.
Abdul Hadi membuktikan bahwa seorang musisi tidak harus selalu berada di posisi terdepan untuk meninggalkan pengaruh besar. Melalui instrumen yang dimainkannya, ia turut membangun karakter musik yang dicintai jutaan pendengar.
Selamat jalan, Haji Abdul Hadi. Terima kasih atas dedikasi dan karya yang menjadi bagian dari perjalanan musik dangdut Indonesia.
Al-Fatihah untuk almarhum Haji Abdul Hadi. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal Alamin.
