Maulid Muslimat NU Hadirkan Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, Teladani Istri Rasulullah SAW dalam Menjalankan Amanah Rumah Tangga

0
1789980218727

JOMBANG — Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan Maulid yang digelar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), dengan kehadiran Ibu Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, putri sulung KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu tokoh penting pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus Pahlawan Nasional.

Kehadiran Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sosok yang tumbuh dalam lingkungan pesantren dan tradisi perjuangan NU itu selama puluhan tahun dikenal aktif dalam pengabdian kepada umat dan organisasi.

NU Online mencatat Nyai Machfudhoh sebagai putri pertama KH Abdul Wahab Chasbullah. Ia juga memiliki perjalanan panjang dalam organisasi perempuan NU, antara lain pernah mendapat amanah sebagai Ketua Umum Fatayat NU serta aktif dalam jajaran kepengurusan Muslimat NU.

Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, perhatian diarahkan pada pentingnya menjadikan kehidupan keluarga Rasulullah SAW sebagai sumber keteladanan, khususnya bagi kaum perempuan dalam menjalankan amanah sebagai istri.

Maulid tidak hanya dipahami sebagai kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menggali akhlak, kasih sayang, kesabaran, kesetiaan, tanggung jawab, serta keteguhan keluarga Rasulullah SAW.

Keteladanan para istri Rasulullah SAW menjadi bagian penting dalam pembelajaran kehidupan rumah tangga. Sosok Khadijah RA, misalnya, dikenal dalam sejarah Islam sebagai perempuan yang mendampingi Rasulullah SAW dengan dukungan, kesetiaan, keteguhan dan pengorbanan pada masa-masa awal perjuangan dakwah.

Bagi Muslimat NU, nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi dalam membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap agama, masyarakat dan bangsa.

Keluarga dipandang bukan sekadar tempat membangun kehidupan pribadi, melainkan juga ruang pertama untuk membentuk karakter generasi. Dari keluarga, nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, penghormatan kepada orang tua, kasih sayang dan kepedulian sosial dapat ditanamkan sejak dini.

Kehadiran Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid dalam kegiatan Maulid juga membawa pesan penting tentang kesinambungan perjuangan generasi ulama. Sebagai putri KH Abdul Wahab Chasbullah, ia tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan tradisi keilmuan, pesantren dan pengabdian kepada umat.

KH Abdul Wahab Chasbullah sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya NU. Ia dikenal sebagai ulama, pejuang kemerdekaan dan salah satu pendiri NU. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 2014.

Warisan perjuangan tersebut tidak hanya berbentuk sejarah organisasi, tetapi juga nilai pengabdian yang diteruskan melalui keluarga dan generasi berikutnya.

Muslimat NU sendiri sejak awal memiliki peran penting dalam kehidupan keumatan dan sosial. Dalam berbagai kegiatan, penguatan keimanan, keluarga, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian dari perhatian organisasi perempuan NU tersebut.

Karena itu, momentum Maulid menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali pesan bahwa keteladanan Rasulullah SAW dan keluarganya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi istri bukan hanya tentang menjalankan peran domestik, tetapi juga tentang membangun ketenangan keluarga, menjadi pendamping dalam kebaikan, menjaga amanah, mendidik generasi, serta menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan rumah tangga.

Pada akhirnya, Maulid Muslimat NU bukan sekadar seremoni keagamaan. Ia menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerjemahkan keteladanan beliau dan keluarga dalam kehidupan nyata.

Dari keluarga yang kuat, berakhlak dan penuh kasih sayang, diharapkan lahir generasi yang memiliki iman, ilmu, karakter dan kepedulian terhadap sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *