AHY Bertemu Dubes Qatar, Bahas Peluang Investasi Infrastruktur dan 50 Tahun Hubungan RI–Qatar
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk membahas perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Qatar, termasuk peluang memperluas kerja sama investasi di berbagai sektor strategis.
AHY menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertamanya dengan Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari sejak Dubes Qatar tersebut mulai menjalankan tugas diplomatiknya di Indonesia.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi hubungan kedua negara karena Indonesia dan Qatar memperingati 50 tahun hubungan diplomatik. Hubungan diplomatik Indonesia–Qatar secara resmi terjalin pada 10 November 1976.
Dalam pertemuan itu, AHY menyampaikan keterbukaan Indonesia untuk menjajaki lebih banyak investasi dan kolaborasi dengan Qatar, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah.
Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama kedua negara, antara lain energi terbarukan, pemanfaatan teknologi floating solar pada bendungan dan waduk, pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, pengelolaan air, konektivitas, hingga infrastruktur digital.
Pembahasan mengenai energi terbarukan menjadi salah satu bagian yang relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi tenaga surya terapung pada bendungan dan waduk dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan energi bersih sekaligus optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia.
Selain sektor infrastruktur, AHY dan Dubes Qatar juga bertukar pandangan mengenai perkembangan investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dinamika geopolitik di kawasan Teluk turut menjadi bagian dari pembicaraan dalam pertemuan tersebut, menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Qatar tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan strategis di kawasan.
Kerja sama investasi Indonesia dan Qatar sendiri sebelumnya telah mendapatkan perhatian di tingkat pemerintah pusat. Pada Juni 2026, pemerintah Qatar menyampaikan komitmen investasi senilai US$4 miliar di Indonesia serta membuka peluang perluasan investasi pada sejumlah sektor strategis.
Momentum 50 tahun hubungan diplomatik diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperluas kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Dengan potensi kerja sama di bidang infrastruktur, energi terbarukan, perumahan, pengelolaan air, konektivitas, teknologi digital, dan investasi AI, hubungan Indonesia–Qatar berpeluang terus berkembang sejalan dengan kebutuhan pembangunan dan kepentingan bersama.
AHY berharap momentum lima dekade hubungan diplomatik Indonesia dan Qatar dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka ruang kerja sama baru yang konkret, produktif, dan saling menguntungkan.
