Lionel Messi Absen di Gala Ballon d’Or ke-70, Sang Legenda Memilih Tetap di Miami di Tengah Sorotan Dunia
SOROTAN PUBLIK — Ada masa ketika sorotan karpet merah Ballon d’Or seolah tidak pernah lengkap tanpa kehadiran Lionel Messi. Namun, perjalanan waktu menghadirkan pemandangan berbeda. Dalam perayaan ulang tahun ke-70 Ballon d’Or yang disebut berlangsung di London Palladium pada Senin, 26 Oktober 2026, nama megabintang Argentina itu kembali menjadi perhatian meski dirinya tidak hadir.
Messi, yang dikenal sebagai salah satu pesepak bola dengan koleksi Ballon d’Or terbanyak sepanjang sejarah, memiliki delapan gelar penghargaan tersebut. Ia meraihnya pada 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, 2021, dan 2023. Rekam jejak itu menempatkannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.
Namun, kali ini panggung penghargaan tersebut berlangsung tanpa kehadirannya.
Tetap di Miami, Messi Dikabarkan Hadiri Messi Cup
Menurut laporan yang dikutip dari media Diario Huarpe dan El Diez, Messi berada di Miami dan dikabarkan menghadiri pertandingan Boca Juniors melawan UE Cornellà dalam Messi Cup, turnamen sepak bola kelompok usia U-16 yang menggunakan namanya dan mempertemukan 16 klub.
Ketidakhadirannya di London menjadi bahan pembicaraan karena perjalanan Messi dalam beberapa hari sebelumnya dilaporkan cukup padat. Pada Jumat, ia disebut menghadiri penerimaan Penghargaan Putri Asturias di Oviedo, Spanyol. Setelah itu, ia melakukan perjalanan ke New York dan pada Sabtu menyaksikan Inter Miami mengalami kekalahan 0-2.
Sejumlah laporan mengaitkan ketidakhadirannya dalam acara Ballon d’Or dengan kemungkinan kelelahan setelah rangkaian perjalanan tersebut. Namun, hingga informasi yang dirujuk dalam laporan itu, belum ada penjelasan resmi dari Messi mengenai alasan ia tidak menghadiri acara tersebut.
Karena itu, alasan ketidakhadirannya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan spekulasi atau pemberitaan yang belum disertai konfirmasi langsung.
Delapan Ballon d’Or, Rekam Jejak yang Tak Terhapus
Terlepas dari kehadirannya dalam sebuah acara, warisan Messi di dunia sepak bola tidak ditentukan oleh seberapa sering ia tampil di karpet merah.
Delapan Ballon d’Or yang diraihnya menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya. Prestasi tersebut mencerminkan konsistensi dan pengaruhnya selama bertahun-tahun di level tertinggi sepak bola.
Bagi para penggemar, Messi bukan sekadar pemain yang mengumpulkan trofi. Ia juga menjadi simbol sebuah era, ketika persaingannya dengan sejumlah pemain terbaik dunia menjadi bagian dari cerita besar sepak bola internasional.
Karena itulah, ketidakhadirannya dalam sebuah gala tetap dapat menarik perhatian, meskipun tidak serta-merta mengurangi pencapaian yang telah ia bangun sepanjang kariernya.
Ketika Legenda Tak Lagi Harus Hadir di Setiap Panggung
Ada sisi menarik dari kisah ini. Seorang pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian dalam penghargaan sepak bola terbesar justru dapat menjadi bahan pembicaraan ketika memilih tidak hadir.
Namun, absennya seorang legenda dari satu acara tidak otomatis berarti ia menjauh dari dunia sepak bola. Kehadirannya dalam kegiatan sepak bola usia muda, jika laporan tersebut terkonfirmasi, justru memperlihatkan sisi berbeda dari hubungan Messi dengan olahraga yang membesarkan namanya.
Pada akhirnya, penghormatan terhadap seorang pemain tidak semata-mata ditentukan oleh kehadirannya di sebuah panggung. Rekam jejak, kontribusi, dan pengaruhnya terhadap generasi berikutnya juga menjadi bagian penting dari warisannya.
Bisakah kita membayangkan sosok Lionel Messi, pemilik delapan Ballon d’Or, berada jauh dari sorotan yang dahulu begitu terang menyinari dirinya?
Mungkin inilah salah satu sisi menarik perjalanan seorang legenda: ketika pencapaian telah berbicara begitu kuat, satu ketidakhadiran pun mampu memunculkan pertanyaan dan mengundang perhatian dunia.
Bagi Messi, satu malam tanpa karpet merah tidak menghapus sejarah yang telah ditorehkannya. Namanya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan panjang sepak bola dunia.
