Kripto Menguat, Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Optimisme Perundingan AS-Iran

0
IMG-20260621-WA0057

JAKARTA – Pasar aset kripto menunjukkan tren positif pada Sabtu (20/6/2026) seiring meningkatnya optimisme investor terhadap perkembangan perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen geopolitik yang membaik mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Ethereum, yang sama-sama mencatatkan penguatan dalam perdagangan harian.

Bitcoin berhasil menembus level psikologis US$64.000 setelah bergerak di kisaran US$63.671 hingga US$64.107. Mata uang kripto terbesar di dunia tersebut mencatat kenaikan sekitar 1,6 persen dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Ethereum juga mengikuti tren penguatan dengan diperdagangkan di level US$1.723,81 atau naik sekitar 1,64 persen. Kenaikan dua aset digital utama ini turut mengangkat kapitalisasi pasar kripto global yang mendekati US$2,19 triliun.

Sentimen Positif dari Perundingan AS-Iran

Penguatan pasar kripto dipicu oleh meningkatnya harapan terhadap kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah berlangsung di Swiss.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengumumkan rencana keberangkatannya ke Swiss untuk memimpin putaran lanjutan negosiasi bersama tim diplomatik AS yang telah lebih dahulu berada di lokasi.

Sebelumnya, kedua negara dilaporkan telah menyepakati nota kesepahaman berisi 14 poin yang membuka ruang negosiasi selama 60 hari terkait program nuklir Iran dan berbagai isu keamanan regional.

Kesepakatan tersebut juga mencakup langkah-langkah yang berpotensi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz serta pengurangan hambatan perdagangan energi.

Perkembangan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai dapat mengurangi risiko geopolitik global yang selama ini menjadi salah satu faktor pemicu volatilitas pasar keuangan.

Risiko Geopolitik Mulai Mereda

Sebelum penguatan terjadi, pasar sempat dibayangi ketidakpastian akibat tertundanya agenda perundingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Jenewa.

Penundaan tersebut berkaitan dengan situasi keamanan di Lebanon yang melibatkan konflik antara Israel dan Hizbullah. Namun, setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Juni, kekhawatiran investor mulai mereda.

Meredanya ketegangan geopolitik membuat investor kembali masuk ke aset-aset berisiko yang sebelumnya mengalami tekanan jual akibat ketidakpastian global.

Likuidasi Besar Warnai Perdagangan

Meski pasar bergerak menguat, aktivitas perdagangan tetap menunjukkan volatilitas tinggi.

Data pasar menunjukkan lebih dari 60.000 posisi trader mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir dengan nilai total mencapai sekitar US$134 juta.

Selain itu, pasar juga tengah mencermati jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin bernilai sekitar US$10,6 miliar yang dijadwalkan berakhir pada 26 Juni 2026. Momentum tersebut berpotensi memicu pergerakan harga yang lebih tajam dalam beberapa hari mendatang.

Di sisi lain, arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih berlangsung. Sepanjang pekan ini, nilai penarikan dana tercatat melebihi US$226 juta, melanjutkan tren yang telah berlangsung sejak pertengahan Mei.

Analisis Teknikal Masih Positif

Dari sisi teknikal, sejumlah analis menilai struktur harga Bitcoin masih menunjukkan kecenderungan bullish.

Bitcoin berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan sederhana (Simple Moving Average/SMA) 200 minggu yang selama ini dianggap sebagai salah satu indikator penting dalam menentukan arah tren jangka panjang.

Beberapa indikator teknikal juga menunjukkan sinyal penguatan, termasuk pola kenaikan bertahap (higher lows) yang berlangsung selama enam minggu berturut-turut serta momentum positif pada indikator Stochastic RSI.

Analis pasar menilai area US$63.800 hingga US$64.000 menjadi level resistensi penting yang harus ditembus secara meyakinkan agar Bitcoin dapat melanjutkan penguatan menuju target berikutnya di kisaran US$66.500.

Sementara itu, level dukungan utama berada di sekitar US$61.650, dengan area psikologis US$60.000 menjadi batas penting apabila terjadi tekanan jual.

Investor Tunggu Hasil Negosiasi

Perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pasar kripto dalam jangka pendek.

Apabila negosiasi menghasilkan kemajuan signifikan menuju kesepakatan final, sentimen positif berpotensi terus mengalir ke pasar aset digital dan instrumen berisiko lainnya.

Sebaliknya, apabila proses diplomasi mengalami hambatan atau kembali memunculkan ketegangan geopolitik, investor diperkirakan akan kembali mengambil posisi defensif yang dapat menekan harga kripto.

Selain faktor geopolitik, pasar juga akan terus memantau kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), perkembangan ekonomi global, serta arus dana institusional melalui ETF sebagai penentu keberlanjutan tren penguatan aset kripto sepanjang paruh kedua tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *