Mentan Amran Ajak Generasi Muda Bangun Papua: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

0
1783073531899

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda Papua untuk bersama-sama membangun Tanah Papua melalui pengembangan sektor pertanian yang berbasis potensi lokal, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa Papua memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima dan berdialog bersama sekitar 150 mahasiswa asal berbagai wilayah Tanah Papua di kediaman pribadinya di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda Papua mengenai masa depan pembangunan pertanian.

Dalam kesempatan itu, para mahasiswa dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Induk memaparkan berbagai potensi unggulan daerahnya, mulai dari ubi jalar, buah merah, sagu, kopi, kakao, pala, kelapa, kacang tanah, hingga komoditas peternakan dan perikanan.

“Saya dari gunung di Sulawesi Selatan. Saudara saya banyak di Papua. Kenapa saya undang ke rumah pribadi? Karena Anda bertemu dengan kakakmu sendiri, saudara sendiri. Saya kaka menteri, orang Papua juga. Kita bangun Papua bersama,” ujar Mentan Amran yang disambut antusias para mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa asal Papua Tengah, Edron Tabuni, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah pegunungan membutuhkan dukungan pengembangan komoditas pangan lokal, khususnya ubi, yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat. Menurutnya, pembangunan pertanian di Papua harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan budaya setempat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

“Kalau Papua Tengah dan Papua Pegunungan membutuhkan pengembangan ubi, maka kita dukung ubi. Kita harus membangun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat dan potensi yang memang hidup di masyarakat,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kita sama-sama petani. Saya paham, kalau sudah ada alat kerja, masyarakat bisa langsung bergerak. Yang kita bangun adalah ekonomi desa dan ekonomi masyarakat,” kata Mentan.

Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian sebelumnya telah menghimpun berbagai kebutuhan pembangunan pertanian bersama gubernur, bupati, tokoh adat, petani, dan pemangku kepentingan dari seluruh Tanah Papua. Dari proses tersebut telah dipetakan berbagai komoditas unggulan seperti pala, sagu, kakao, kopi, jagung, peternakan, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian.

Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Dalam dialog tersebut, Mentan juga mendorong mahasiswa Papua agar mulai membangun usaha pertanian sejak masih menempuh pendidikan. Ia menilai lahan yang dimiliki masyarakat Papua merupakan aset besar yang tidak boleh dibiarkan menjadi lahan tidur.

“Anda adalah putra-putri terbaik Tanah Papua. Anda yang bisa mengangkat ekonomi Papua karena cerdas, pintar, dan ada lahan di sana yang harus dibangunkan, jangan menjadi lahan tidur,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian siap mendukung pengembangan berbagai komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing daerah, sehingga setelah lulus kuliah para mahasiswa telah memiliki usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan.

Mahasiswa asal Papua Barat Daya, Ronaldo Jakobinesta dari Universitas Kristen Indonesia, mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Mentan. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan potensi daerah yang selama ini belum banyak diketahui pemerintah pusat.

Sementara itu, Edron Tabuni menyampaikan rasa syukur karena aspirasi masyarakat Papua Tengah mengenai pengembangan komoditas ubi mendapat respons cepat dari Menteri Pertanian. Hal senada disampaikan pemuda asal Papua Pegunungan, Onajige Balong, yang menilai generasi muda Papua perlu didorong menjadi pelaku usaha pertanian agar mampu menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi.

Menutup dialog, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan Papua bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Papua adalah saudara. Kita bangun bersama, kita maju bersama, dan kita sejahtera bersama,” tutup Mentan Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *