Pemerintah Siapkan Penerbitan Panda Bond, Pembiayaan Beralih ke Pasar China

0
1782915773742

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan penerbitan Panda Bond sebagai salah satu alternatif pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Instrumen obligasi berdenominasi renminbi (RMB) yang diterbitkan di pasar keuangan China tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan sekaligus memperluas basis investor internasional.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah saat ini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penerbitan obligasi global berbasis dolar Amerika Serikat. Menurutnya, pasar keuangan China menawarkan potensi pembiayaan yang kompetitif dengan basis investor yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pasar obligasi konvensional.

Purbaya juga menyoroti bahwa investor di China umumnya lebih mengacu pada penilaian lembaga pemeringkat domestik China dibandingkan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings, Moody’s, maupun Fitch Ratings.

“Investor di China tidak terlalu dipengaruhi oleh rating dari S&P, Moody’s, dan lain-lain. Mereka akan melihat pemeringkat dari China seperti apa. Panda Bond diperingkat oleh lembaga pemeringkat dari China,” ujar Purbaya.

Menurutnya, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia, termasuk kondisi fiskal dan rasio utang, tetap berada dalam kondisi yang sehat. Ia berharap penilaian terhadap kondisi ekonomi Indonesia dapat dilakukan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi riil perekonomian nasional.

Pemerintah menargetkan proses pemeringkatan oleh lembaga pemeringkat China dapat selesai sebelum peluncuran komersial Panda Bond yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026. Jadwal tersebut mengalami penyesuaian dari rencana semula guna menyelesaikan berbagai aspek administrasi dan koordinasi dengan lembaga keuangan di China.

Selain memperluas akses pembiayaan, penerbitan Panda Bond juga akan diintegrasikan dengan skema Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China. Melalui mekanisme tersebut, transaksi dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS serta mendukung stabilitas nilai tukar.

Pemerintah juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai penerbitan Panda Bond apabila permintaan investor menunjukkan perkembangan positif. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN sekaligus memperkuat diversifikasi instrumen pembiayaan negara di pasar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *