Kodam IX/Udayana Kerahkan Prajurit Evakuasi Warga Pascagempa M7,7 di NTT

0
1786767217956

NAGEKEO — Prajurit TNI di wilayah Kodam IX/Udayana bergerak membantu masyarakat setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT dan kawasan sekitarnya.

Seiring perkembangan kondisi, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi dan arahan resmi BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, jajaran TNI di wilayah NTT langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk membantu penanganan dampak gempa.

“Begitu terjadi gempa, prajurit TNI di wilayah terdampak langsung bergerak membantu masyarakat. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, membantu proses evakuasi menuju tempat yang aman, memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana,” ujar Amrizal.

Prajurit Bantu Evakuasi dan Pos Pengungsian

Personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM turut diterjunkan untuk membantu masyarakat.

Prajurit membantu proses evakuasi warga menuju lokasi yang lebih aman serta mendukung pendirian dan pengelolaan pos-pos pengungsian.

Selain itu, personel TNI juga memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan serta membantu mengarahkan warga agar menjauh dari lokasi yang dinilai berpotensi membahayakan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons cepat terhadap kondisi darurat setelah gempa.

TNI Ingatkan Warga Tetap Waspada

Meskipun peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dari otoritas resmi.

Warga di wilayah terdampak juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kodam IX/Udayana menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait dalam penanganan dampak gempa.

Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membantu proses tanggap darurat sekaligus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *