Ketua Umum PBNU Gus Yahya Terima Kunjungan Ulama Hadis Yaman, Perkuat Silaturahmi dan Sanad Keilmuan

0
1785896031873

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menerima kunjungan persahabatan dari ulama pakar hadis asal Yaman sekaligus penasihat Menteri Agama Yaman, Syekh Yasir Al Adni, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan keilmuan dan ukhuwah Islamiyah antara ulama Indonesia dan Yaman.

Syekh Yasir Apresiasi Kiprah Nahdlatul Ulama

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Dr. H. Ginanjar Sya’ban atau Ajengan Ginanjar, yang turut mendampingi Gus Yahya, menjelaskan bahwa Syekh Yasir menyampaikan apresiasi atas peran Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah terbesar di dunia.

Menurutnya, NU dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga moderasi beragama, persatuan umat, serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.

Hadiah Kitab Karya Syekh Yasir

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Yasir Al Adni menyerahkan sebuah kitab karyanya kepada Gus Yahya. Kitab tersebut merupakan syarah atas Kitab Risalah At Tauhidiyah, karya pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Pemberian kitab tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap warisan keilmuan ulama Nusantara sekaligus memperkuat hubungan intelektual antara ulama Indonesia dan Yaman.

Bertukar Ijazah Sanad Keilmuan

Selain bertukar cenderamata berupa kitab, kedua tokoh juga saling bertukar ijazah sanad keilmuan. Tradisi sanad merupakan bagian penting dalam khazanah keilmuan Islam sebagai bentuk kesinambungan transmisi ilmu dari para guru kepada murid secara bersambung.

Pertukaran sanad tersebut mencerminkan eratnya hubungan ilmiah antarulama lintas negara serta komitmen bersama dalam menjaga otoritas dan kemurnian ilmu-ilmu keislaman.

PBNU berharap silaturahmi dan kerja sama keilmuan dengan para ulama dunia terus berkembang guna memperkuat persaudaraan umat Islam, memperkaya khazanah keilmuan, serta mendorong lahirnya generasi ulama yang berintegritas dan berwawasan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *