Kertajati Bertransformasi Jadi Pusat Industri Dirgantara Nasional, PTDI dan BIJB Teken MoU

0
IMG-20260720-WA0022

JAKARTA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai diarahkan untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem industri dirgantara nasional yang terintegrasi. Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT BIJB Kertajati yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan Kertajati yang tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi udara, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kegiatan industri kedirgantaraan.

Pengembangan tersebut mencakup rencana penguatan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), kegiatan produksi dan pengujian pesawat, hingga pengembangan teknologi penerbangan, termasuk pengembangan pesawat N-219.

Kertajati Dinilai Strategis untuk Industri Dirgantara

Menko AHY menyampaikan bahwa Kertajati memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi.

Kawasan tersebut didukung ketersediaan lahan serta konektivitas dengan sejumlah kawasan strategis di Jawa Barat. Kertajati juga memiliki keterhubungan dengan kawasan industri Rebana dan Pelabuhan Patimban yang dapat mendukung rantai pasok industri.

Dari sisi aksesibilitas, keberadaan Jalan Tol Cisumdawu dan Tol Cipali turut menjadi faktor pendukung mobilitas logistik dan distribusi menuju kawasan Kertajati serta wilayah industri lainnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Kertajati dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu simpul industri penerbangan nasional.

PTDI Siapkan Pemanfaatan Fasilitas Kertajati

Penandatanganan MoU antara PTDI dan PT BIJB menjadi komitmen awal untuk mengembangkan Kertajati sebagai salah satu hub industri kedirgantaraan.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Plt. Direktur BIJB Ronald H. Sinaga menandatangani kesepakatan tersebut. Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Bupati Majalengka Eman Suherman.

Dalam jangka pendek, PTDI berencana mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di Kertajati. Salah satunya adalah pemanfaatan landasan pacu untuk mendukung kegiatan uji terbang pesawat fixed wing, rotary wing, maupun drone atau unmanned aircraft system (UAS).

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PTDI menargetkan pemanfaatan Kertajati untuk kegiatan uji terbang dapat dimulai pada Agustus 2026. Rencana tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengujian pesawat dan mengatasi keterbatasan fasilitas yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan produksi dan pengembangan pesawat.

Rencana Pembangunan Fasilitas MRO

Dalam jangka menengah dan panjang, PTDI berencana membangun fasilitas MRO di kawasan Kertajati dengan rencana kebutuhan lahan sekitar 150 hingga 200 hektare.

Pengembangan kawasan tersebut dirancang untuk mendukung sejumlah portofolio bisnis utama, mulai dari manufaktur pesawat, perawatan dan perbaikan pesawat, produksi komponen struktur pesawat atau aerostructure, hingga layanan rekayasa atau engineering services.

Kertajati juga direncanakan menjadi salah satu lokasi pengembangan lini produksi pesawat PTDI, dengan N-219 menjadi salah satu prioritas utama.

Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemampuan industri dirgantara nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun peluang ekspor.

Namun, realisasi pembangunan fasilitas dan relokasi lini produksi tetap membutuhkan proses perencanaan, investasi, kesiapan infrastruktur, serta tahapan teknis dan regulasi yang harus dipenuhi.

Bandung Tetap Jadi Pusat Riset dan Inovasi

Dalam strategi pengembangan industri dirgantara nasional, pemerintah menyiapkan pembagian peran antara Bandung dan Kertajati.

Bandung tetap diarahkan sebagai pusat inovasi, riset, desain, dan pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, Kertajati diproyeksikan menjadi pusat operasional industri, produksi, pengujian, serta perawatan pesawat.

Pembagian fungsi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri yang lebih terintegrasi.

Dengan mempertahankan fungsi riset dan inovasi di Bandung serta mengembangkan kapasitas industri di Kertajati, PTDI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat rantai industri kedirgantaraan nasional.

N-219 Jadi Salah Satu Fokus Pengembangan

Pesawat N-219 menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian dalam rencana pengembangan Kertajati.

Pesawat karya industri dirgantara nasional tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penerbangan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah yang memiliki karakteristik geografis dan kebutuhan konektivitas yang membutuhkan pesawat berkapasitas sesuai.

Pengembangan produksi N-219 juga memiliki arti strategis karena dapat mendorong tumbuhnya industri komponen dalam negeri serta memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi penerbangan.

Jika ekosistem industri dapat berkembang secara optimal, keberadaan fasilitas produksi dan MRO berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor pendukung, mulai dari manufaktur komponen, logistik, hingga jasa rekayasa.

Kertajati Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Barat

Pengembangan kawasan industri dirgantara di Kertajati diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Majalengka dan wilayah sekitarnya.

Pertumbuhan industri dapat membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja terampil. Pada saat yang sama, aktivitas industri juga berpotensi mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi bagian dari rantai pasok.

Kawasan Rebana yang mencakup sejumlah wilayah strategis di Jawa Barat juga diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dalam konteks tersebut, Kertajati memiliki posisi penting karena berada di persimpangan antara infrastruktur transportasi, kawasan industri, dan konektivitas logistik.

Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut positif rencana transformasi tersebut. Menurutnya, pengembangan industri dirgantara dapat membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PTDI, dan PT BIJB menjadi faktor penting agar rencana tersebut dapat diwujudkan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dorong Pendidikan Vokasi dan Ekonomi Lokal

Kehadiran industri dirgantara juga berpotensi mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan.

Kebutuhan terhadap tenaga teknis, mekanik, ahli manufaktur, teknologi informasi, hingga bidang rekayasa dapat membuka peluang bagi lembaga pendidikan untuk menyesuaikan program pelatihan dan pendidikan dengan kebutuhan industri.

Dampaknya juga dapat meluas ke sektor logistik, transportasi, perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif.

Dengan demikian, pengembangan industri dirgantara tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fasilitas pesawat, tetapi juga mengenai penciptaan ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak sektor dan tenaga kerja.

Transformasi Membutuhkan Konsistensi dan Eksekusi

Rencana pengembangan Kertajati sebagai pusat industri dirgantara nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri penerbangan Indonesia.

Namun, keberhasilan transformasi tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi, kepastian investasi, kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta kemampuan membangun rantai pasok industri yang kompetitif.

Penandatanganan MoU antara PTDI dan PT BIJB menjadi langkah awal dari proses panjang tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rencana dapat diterjemahkan menjadi program konkret dengan target yang terukur dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Jika seluruh komponen tersebut dapat berjalan secara konsisten, Kertajati berpeluang berkembang menjadi salah satu pusat industri dirgantara penting di Indonesia.

Transformasi tersebut bukan hanya berpotensi memperkuat kapasitas industri penerbangan nasional, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi Jawa Barat serta membuka peluang Indonesia untuk semakin berdaya saing dalam industri kedirgantaraan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *