Kenalan dengan Riyono “Caping”, Legislator yang Membawa Perjuangan Pangan Rakyat ke Parlemen
JAKARTA – Sosok Riyono yang akrab disapa “Caping” semakin dikenal sebagai salah satu anggota DPR RI yang konsisten menyuarakan kepentingan petani, nelayan, peternak, dan masyarakat pedesaan. Julukan “Caping” yang melekat padanya bukan sekadar identitas, melainkan simbol kedekatan dengan para pelaku utama sektor pangan yang setiap hari bekerja di sawah, laut, tambak, maupun peternakan.
Bagi Riyono, caping merupakan lambang kerja keras, kesederhanaan, dan semangat para petani Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Filosofi tersebut menjadi bagian dari komitmennya dalam memperjuangkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat desa dan pelaku usaha pangan skala kecil.
Sebelum berkiprah di parlemen, Riyono dikenal aktif mendampingi kelompok tani, nelayan, dan peternak di berbagai daerah. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan akses pupuk, benih, modal usaha, pemasaran hasil produksi, hingga perlindungan terhadap harga komoditas.
Berbekal pengalaman tersebut, Riyono membawa berbagai aspirasi masyarakat ke ruang legislatif. Menurutnya, pembangunan sektor pangan tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan para petani, nelayan, dan peternak sebagai pelaku utama.
Di DPR RI, Riyono mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk peningkatan akses sarana produksi pertanian, penguatan perlindungan terhadap nelayan tradisional, pemberdayaan peternak rakyat, serta pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Ia juga menilai bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Menurut Riyono, perjuangan membangun ketahanan pangan harus dimulai dari memperkuat mereka yang bekerja langsung menghasilkan pangan. Dengan demikian, kebijakan yang lahir tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pelaku sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Komitmen tersebut menjadi alasan mengapa sosok “Caping” terus identik dengan perjuangan masyarakat desa. Riyono berharap keberpihakan terhadap petani, nelayan, dan peternak dapat terus menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional menuju Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berketahanan pangan.
