Kelangkaan Pertalite di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Pertamax yang Lebih Mahal

0
IMG-20260720-WA0028

Kelangkaan Pertalite di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Pertamax yang Lebih Mahal

JAMBI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai dikeluhkan masyarakat di Kota Jambi. Dalam beberapa hari terakhir, stok Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan kosong, sehingga sebagian warga terpaksa beralih menggunakan Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena Pertalite selama ini menjadi salah satu pilihan utama bagi pengguna kendaraan, khususnya masyarakat yang membutuhkan BBM dengan harga lebih terjangkau untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pantauan di salah satu SPBU di Jalan Pattimura, Senin (20/7/2026), menunjukkan pompa pengisian Pertalite tidak beroperasi. Tidak terlihat antrean kendaraan seperti biasanya karena stok BBM jenis tersebut disebut telah habis.

Seorang petugas SPBU membenarkan bahwa Pertalite belum tersedia. Namun, petugas tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pasokan maupun kapan distribusi Pertalite akan kembali normal.

Warga Terpaksa Beralih ke BBM Nonsubsidi

Kelangkaan Pertalite membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan. Demi tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, sejumlah pengendara terpaksa membeli Pertamax meskipun harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Marlena, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku selama ini terbiasa menggunakan Pertalite. Namun, karena stok kosong di SPBU yang didatanginya, ia terpaksa beralih mengisi Pertamax.

“Biasanya isi Pertalite, tapi sekarang kosong. Terpaksa isi Pertamax. Ini pun cuma isi Rp20 ribu,” katanya.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena berpotensi meningkatkan pengeluaran harian, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi.

Masyarakat berharap distribusi Pertalite segera kembali normal sehingga mereka tidak harus terus-menerus membeli BBM nonsubsidi dengan harga yang lebih tinggi.

Distribusi dan Mobilitas Masyarakat Jadi Sorotan

Kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah sebelumnya juga mendapat perhatian pemerintah. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebut adanya sejumlah daerah yang mengalami gangguan pasokan BBM.

Kementerian ESDM mengidentifikasi faktor transportasi dan distribusi sebagai salah satu kendala yang dapat menyebabkan antrean maupun keterlambatan pasokan BBM di sejumlah daerah.

Gangguan pasokan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Sumatra Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, serta wilayah Bogor, Jawa Barat. Meski demikian, pemerintah menyatakan kondisi stok BBM secara nasional masih dalam keadaan aman.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga menyebut peningkatan kebutuhan BBM masyarakat turut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kepadatan layanan di sejumlah SPBU.

Kembali meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan sekolah dan perkantoran, disebut mendorong kenaikan mobilitas kendaraan dan berdampak pada peningkatan konsumsi BBM.

Pertamina juga menyatakan terus melakukan penguatan kapasitas distribusi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat di Kota Jambi masih menghadapi keterbatasan akses terhadap Pertalite di sejumlah SPBU.

Belum Ada Kepastian Pasokan Pertalite di Jambi

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan secara spesifik penyebab kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU Kota Jambi maupun waktu pasti pasokan akan kembali normal.

Situasi tersebut diharapkan segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait, mengingat BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memastikan kelancaran distribusi BBM serta memberikan informasi yang transparan apabila terjadi kendala pasokan.

Kepastian distribusi menjadi penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan BBM dan tidak terbebani oleh kenaikan pengeluaran akibat harus beralih sementara ke BBM nonsubsidi.

Pemerintah dan badan usaha penyalur BBM diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok di setiap SPBU, sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Jika pasokan Pertalite segera kembali normal, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh BBM sesuai kebutuhan dan kemampuan ekonomi mereka tanpa harus menghadapi antrean panjang maupun kekosongan stok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *