Indonesia dan China Kembangkan Vaksin Dengue mRNA Pertama di Dunia, Terobosan Baru Lawan Demam Berdarah

0
IMG-20260713-WA0142

JAKARTA – Indonesia bersama China mengembangkan vaksin dengue berbasis teknologi messenger RNA (mRNA) yang digadang-gadang menjadi vaksin dengue mRNA pertama di dunia. Purwarupa vaksin tersebut resmi diperkenalkan di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026), sebagai langkah besar dalam memperkuat kemandirian riset dan industri vaksin nasional.

Vaksin dengue tetravalen berbasis mRNA ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University, dan PT Etana Biotechnologies Indonesia. Teknologi yang digunakan memanfaatkan materi genetik (gen preM-E) dari virus dengue strain asli Indonesia untuk merangsang respons kekebalan tubuh terhadap empat serotipe virus dengue.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa apabila seluruh tahapan penelitian dan uji klinis berjalan sukses, vaksin tersebut akan menjadi vaksin dengue berbasis mRNA pertama di dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi kesehatan modern.

“Jika berhasil, Indonesia akan memiliki salah satu vaksin dengan teknologi paling mutakhir yang diproduksi di dalam negeri. Ini merupakan pencapaian penting bagi para peneliti Indonesia,” ujar Menkes.

Pengembangan vaksin ini merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun kemandirian industri kesehatan setelah pengalaman pandemi COVID-19. Pemerintah menilai Indonesia harus mampu memproduksi vaksin, obat, serta alat kesehatan secara mandiri agar lebih siap menghadapi ancaman wabah di masa depan.

Saat ini Indonesia telah memiliki empat perusahaan yang bergerak di bidang produksi vaksin, yaitu Bio Farma, Biotis, Etana Biotechnologies Indonesia, dan JBio. Pemerintah juga terus meningkatkan kemampuan produksi antigen untuk memenuhi kebutuhan program imunisasi nasional.

Kerja sama riset Indonesia dan Tiongkok telah dimulai sejak 2023 melalui kolaborasi para peneliti Universitas Indonesia dengan Tsinghua University. Sinergi tersebut menjadi contoh kerja sama internasional dalam pengembangan inovasi kesehatan berbasis riset.

Pemilihan penyakit dengue sebagai prioritas didasarkan pada tingginya angka kasus demam berdarah di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat setiap tahun terdapat sekitar 151 ribu kasus dengue dengan sekitar 650 kematian, sehingga pengembangan vaksin dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka kesakitan dan kematian.

Pemerintah menargetkan sebelum tahun 2030 Indonesia mampu memproduksi seluruh antigen prioritas secara mandiri mulai dari tahap penelitian, pengembangan, hingga manufaktur. Keberhasilan vaksin dengue mRNA diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan kesehatan nasional, tetapi juga membuka peluang Indonesia menjadi salah satu pusat inovasi vaksin di tingkat global.

Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan produk kesehatan yang bermanfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem bioteknologi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *