Gotong Royong Warga Pintu Rime Gayo Kumpulkan Rp1,08 Miliar Bangun Kembali Jalan dan Jembatan Enang Enang
ACEH – Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya di tengah masyarakat Indonesia. Warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berhasil mengumpulkan dana swadaya lebih dari Rp1,08 miliar untuk membangun kembali Jalan dan Jembatan Enang Enang yang putus akibat banjir bandang pada akhir 2025.
Berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat, akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah tersebut akhirnya kembali dibuka pada 2 Juli 2026. Kini, aktivitas masyarakat yang sempat lumpuh akibat terputusnya jalur transportasi dapat kembali berjalan normal.
Jalan dan Jembatan Enang Enang merupakan akses utama bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke pasar.
Saat akses tersebut terputus akibat banjir bandang, sejumlah desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo dan sekitarnya mengalami keterisolasian. Distribusi kebutuhan pokok terhambat, aktivitas ekonomi terhenti, dan para pelajar kesulitan menuju sekolah.
Warga Galang Dana Secara Swadaya
Di tengah keterbatasan, masyarakat memilih tidak hanya menunggu bantuan pemerintah. Mereka berinisiatif melakukan penggalangan dana secara swadaya yang berhasil menghimpun lebih dari Rp1,08 miliar.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk menyewa alat berat, membeli material konstruksi, serta membiayai proses pembangunan jalan dan jembatan. Sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat yang bekerja secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halaman mereka.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi faktor utama percepatan pembangunan hingga akses akhirnya kembali dapat digunakan masyarakat.
Inspirasi Kebersamaan
Keberhasilan pembangunan Jalan dan Jembatan Enang Enang menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Meski pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan terus meningkatkan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah rawan bencana, inisiatif warga Pintu Rime Gayo menunjukkan bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial mampu menjadi kekuatan besar dalam mengatasi berbagai tantangan.
Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa kebersamaan, solidaritas, dan partisipasi masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kembali kehidupan pascabencana serta memperkuat ketahanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.
